Petugas pemadam kebakaran masih berjibaku melakukan operasi pendinginan pada sebuah gudang yang terbakar di kawasan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, hingga Selasa pagi (19/5/2026). Upaya melokalisasi titik api tersebut dilakukan setelah kebakaran melanda area tumpukan barang berbahan plastik sejak Senin siang (18/5/2026).
Dilansir dari Megapolitan, asap hitam pekat terpantau masih membubung tinggi dari dalam area bangunan gudang hingga pukul 09.45 WIB. Kompleksitas material plastik yang menumpuk tebal menjadi kendala utama dalam mempercepat proses pemadaman total di lapangan.
Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Barat, Syaiful Kahfi, memaparkan hambatan yang dihadapi personelnya akibat material plastik yang terbakar di lokasi kejadian.
"Tumpukan barangnya banyak jadi kita masih proses ini. Karena kan apinya ini, barangnya plastik, kalau kita semprotin juga enggak nembus sampai ke bawah gitu," ujar Syaiful Kahfi, Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Barat.
Guna mengatasi hambatan penetrasi air tersebut, pihak pemadam kebakaran langsung menjalin koordinasi dengan pemilik bangunan. Langkah ini diambil untuk mendatangkan alat berat ekskavator demi mengurai tumpukan material sisa kebakaran.
"Jadi kita lagi koordinasi sama pemilik gedung biar disiapin beko (ekskavator), jadi entar diurai baru disemprotin gitu. Pakai beko dulu diurai baru kita semprotin. Kalau enggak begitu nanti berlarut terus, besok panggil kita, panggil kita gitu," ungkap Syaiful Kahfi, Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Barat.
Meski proses pendinginan memakan waktu lama akibat bara yang tertimbun, rembetan api dipastikan sudah berhasil dibatasi. Petugas mengonfirmasi bahwa pergerakan api telah dikunci sejak tengah malam.
"Lokalisir itu sudah enggak bergerak, itu sekitar jam 00.00 WIB kita sudah lokalisir gitu, apinya sudah enggak ke mana-mana lagi. Kalau api sih sampai jam 02.00 WIB tadi api juga masih merah, tapi enggak ke mana-mana, sudah di situ aja tuh," jelas Syaiful Kahfi, Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Barat.
Operasi ini melibatkan pengerahan 27 armada serta 135 personel pemadam kebakaran ke lokasi. Petugas memanfaatkan sedikitnya 15 nozzle yang memancarkan campuran air dan cairan busa khusus untuk memadamkan material plastik.
"Kalau sekarang sudah ada yang pulang juga karena ada sebagian mobil yang dari wilayah Jakarta Pusat sama," kata Syaiful Kahfi, Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Barat.
Insiden ini mengakibatkan dua petugas pemadam kebakaran mengalami cedera pada bagian mata akibat terkena semprotan nozzle dan langsung dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Selain itu, seorang relawan Redkar yang mengalami sesak napas kini menjalani perawatan di Rumah Sakit Sumber Waras.
Kebakaran gudang di Jalan Peternakan Raya ini awalnya dilaporkan terjadi pada Senin siang pukul 14.23 WIB. Berdasarkan rekaman video yang beredar, api sempat membesar dengan cepat menyentuh atap gudang bercat biru-putih tersebut setelah dipicu oleh sebuah ledakan besar.