Kebakaran Hanguskan Empat Gudang di Kalideres Selama 21 Jam

Kebakaran Hanguskan Empat Gudang di Kalideres Selama 21 Jam

Empat bangunan di Kompleks Pergudangan Miami, Jalan Rawa Melati A, Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, ludes terbakar pada Senin (11/5/2026) malam. Insiden yang diduga dipicu ledakan bahan kimia ini menghanguskan area logistik dan memaksa petugas bekerja ekstra menghadapi asap beracun.

Sebanyak 125 personel dengan 25 unit mobil pemadam dari Sudin Gulkarmat Jakarta Barat dan Jakarta Utara dikerahkan ke lokasi. Dilansir dari Megapolitan, operasi pemadaman berlangsung selama 21 jam dan baru dinyatakan selesai sepenuhnya pada Selasa (12/5/2026) sore setelah melewati proses pendinginan yang panjang.

Titik api pertama kali terdeteksi di sebuah gudang penyimpanan freon sekitar pukul 19.40 WIB. Kasie Ops Sudin Gulkarmat Jakarta Barat, Syaiful Kahfi, menjelaskan bahwa sejumlah saksi di tempat kejadian perkara mendengar rentetan bunyi ledakan sebelum api meluas dengan cepat ke bangunan sekitar.

"Menurut kesaksian saksi atas nama Tora Hakim dari PT Dua Zeng, ketika sedang lembur pada pukul 20.00 WIB, terdengar suara ledakan dari gudang freon. Suara ledakan tersebut terdengar hingga lima kali," kata Syaiful.

Pekerja sempat berusaha mencari bantuan saat api mulai muncul di sisi samping gudang. Namun, kandungan bahan kimia yang melimpah membuat si jago merah sulit dikendalikan dan merambat ke gudang plastik, kardus, hingga gudang ekspedisi paket.

"Dugaan penyebab sementara adalah akibat korsleting listrik pada mesin produksi di Gudang Freon," ujar Syaiful.

Kesaksian serupa disampaikan oleh Ketua RW 01 Tegal Alur, Madi, yang mengonfirmasi bahwa material freon menjadi pemicu utama besarnya kobaran api. Menurut warga sekitar bernama Iqbal, salah satu bangunan yang terdampak merupakan pusat penyimpanan paket logistik.

"Awalnya itu informasinya dari gudang freon, dia nyimpen-nyimpen freon gampang terbakar kan. Yang paling gede juga apinya dari situ," kata Madi.

Petugas di lapangan menghadapi risiko tinggi akibat asap pekat yang mengandung zat kimia berbahaya dan lontaran benda-benda dari dalam gudang. Syaiful Kahfi menuturkan bahwa personel wajib menggunakan alat bantu pernapasan untuk menembus titik api yang sangat berisiko.

"Setahu saya dan warga sini, di sini memang gudangnya paket, ekspedisi lah jadi barangnya banyak. Kalau kita sih taunya itu gudang ekspedisi aja, tapi saya mah kan berangkat pagi pulang malem, enggak tahu banget gitu aktivitasnya kalau siang gimana," ujar Iqbal.

Guna meminimalkan risiko terhadap petugas, satu unit robot pemadam sempat dikerahkan untuk melakukan penyiraman di dalam area gudang. Meski demikian, robot tersebut hanya sempat beroperasi sebentar sebelum akhirnya pemadaman kembali dilakukan secara manual oleh tim pemadam.

"Kendalanya adalah pada awalnya kita belum mendapat kepastian mengenai apa isi gudang ini. Ternyata banyak ledakan, dan kita tidak tahu ledakannya bersumber dari mana," ujar Syaiful.

Upaya pendinginan memakan waktu paling lama karena petugas harus mengurai tumpukan material setinggi dua meter di area seluas 1.000 meter persegi. Langkah ini krusial untuk memastikan tidak ada sisa panas yang dapat memicu api kembali berkobar dari sisa bahan kimia.

"Asapnya juga kita belum tahu mengandung bahan kimia atau racun apa. Oleh karena itu, anggota yang masuk ke dalam wajib memakai alat bantu pernapasan," ucap Syaiful.

Unit robotik pemadam akhirnya difungsikan kembali pada tahap akhir pendinginan setelah api utama berhasil dipadamkan. Penggunaan teknologi ini merupakan langkah taktis untuk melindungi keselamatan personel dari paparan asap yang diduga beracun di lokasi kejadian.

"Ya, salah satu fungsi unit robotik ini adalah untuk menghindarkan personel berhadapan langsung dengan potensi racun dari asap. Jadi kita gunakan mobil robotik," jelas Syaiful.

Proses pendinginan akhirnya dinyatakan tuntas pada Selasa sore pukul 17.23 WIB. Syaiful Kahfi menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini, namun kerugian materiil masih dalam tahap pendataan karena pemilik gudang belum dapat ditemui.

"Karena freon-freon yang terbakar itu kan menciptakan asap dan harus didinginkan betul-betul, kalau enggak, dia muncul lagi pasti (api nya)," jelas Syaiful.

Artikel terkait

Rekomendasi