Sebuah gudang penyimpanan oli di Jalan Kamal Lama, Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, ludes terbakar pada Rabu (6/5/2026) malam. Insiden ini menyebabkan seluruh struktur bangunan hancur dan menyisakan tumpukan material yang meleleh di area lokasi kejadian.
Kondisi terkini di lokasi pada Kamis (7/5/2026) pagi memperlihatkan kerusakan parah dengan dinding seng yang roboh serta tanah yang tertutup cairan oli hitam pekat. Sebagaimana dilansir dari Megapolitan, dua unit ekskavator kecil dan tangki penampungan besar di dalam gudang tersebut turut hangus akibat amukan si jago merah.
Penjaga wilayah pergudangan, Ateng, menjelaskan bahwa upaya pemadaman dilakukan dengan cepat sehingga api tidak menyebar luas ke bangunan di sekitarnya. Menurut pemantauan, bau gosong masih tercium menyengat di sekitar reruntuhan bangunan yang kini berserakan.
"Kena panas sedikit doang, keburu memang Damkar datang cepat. Gudang oli habis (terbakar)," ucap Ateng saat ditemui Kompas.com di lokasi pada Kamis.
Ateng menambahkan bahwa dirinya sedang tidak berada di lokasi saat api mulai berkobar, namun ia menerima laporan dari warga mengenai situasi di lapangan. Informasi yang diterimanya menyebutkan sempat terjadi dentuman keras dari arah gudang.
"Iya, sempat ada ledakan. Saya baru kemari," ujar Ateng.
Salah seorang pekerja gudang bernama Anton memberikan kesaksian mengenai awal mula api yang muncul secara tiba-tiba di tempat kerjanya. Ia menyatakan belum mengetahui secara pasti penyebab utama munculnya api tersebut.
"Saya enggak tahu ini dari korsleting atau gimana, pokoknya tiba-tiba ada api saja. Saya memang ada tadi malam tapi enggak lihat dari mana apinya," ungkap Anton.
Anton menjelaskan bahwa rekan-rekannya sempat berupaya menjinakkan api sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi. Kendala utama dalam proses pemadaman mandiri tersebut adalah banyaknya material mudah terbakar di dalam gedung.
"Sudah sempat dipadamkan kok cuma ya di sini oli semua kan susah ya. Jadi merembet, habis semua," kata Anton.