Sebanyak empat bangunan gudang di Kompleks Pergudangan Miami, Jalan Rawa Melati A, Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, hangus dilalap api pada Senin (11/5/2026) malam. Peristiwa ini memicu kepanikan warga sekitar setelah terdengar serangkaian ledakan besar dari area yang diduga menjadi titik awal munculnya api, dilansir dari Megapolitan.
Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat segera merespons laporan warga dengan mengerahkan personel dalam jumlah besar. Tim pemadam kebakaran mulai tiba di lokasi belasan menit setelah menerima informasi resmi mengenai amuk si jago merah di kawasan distribusi tersebut.
Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Barat, Syaiful Kahfi, menjelaskan bahwa pihaknya menerjunkan total 100 personel untuk menjinakkan kobaran api. Langkah ini diambil mengingat luasnya area yang terdampak serta risiko perambatan ke bangunan lain di sekitarnya.
"Terima informasi dari warga pukul 20.06 WIB, objek gudang yang terbakar di Kompleks Pergudangan Miami. Pengerahan awal unit dari Sektor Penjaringan, tiba di lokasi pukul 20.23 WIB," kata Kahfi dalam keterangan tertulisnya.
Proses pemadaman sempat terhambat oleh kondisi lingkungan yang tidak stabil dan berbahaya bagi keselamatan petugas. Tim di lapangan terpaksa melakukan strategi pemadaman dari luar area gudang untuk menghindari risiko cedera akibat letupan yang terus terjadi.
Ketua RW 01 Tegal Alur, Madi, memberikan konfirmasi mengenai jenis bangunan serta dampak kerusakan yang ditimbulkan oleh insiden tersebut. Menurut pengamatannya, seluruh bangunan yang terbakar merupakan tempat penyimpanan logistik paket kiriman.
"Ya itu gudang paket, empat gudang itu gudang paket. Apakah itu Shopee atau JNE saya kurang jelas, yang jelas gudang paket," ucapnya.
Madi menyatakan hingga saat ini tidak ditemukan laporan mengenai adanya korban jiwa dalam musibah tersebut. Para pekerja yang sedang bertugas di lokasi dilaporkan berhasil mengevakuasi diri tepat waktu sebelum api semakin membesar.
"Untuk sementara belum ada, korban belum ada. Alhamdulillah kebetulan pemadam kan dekat nih, sehingga cepat ditangani dari pemadam. Cuma memang saat ini api belum padam," ujar Madi.
Selain mengandalkan armada mobil pemadam, petugas juga mengoptimalkan ketersediaan air dari saluran drainase utama di kawasan tersebut untuk mempercepat penanganan.
"Sumber air diambil dari Kali Semonggol. Kebetulan dekat juga dari sini, enggak jauh," kata dia.
Seorang warga setempat bernama Rudi mengungkapkan kronologi awal kemunculan api berdasarkan kesaksian para pekerja. Ia menyebutkan bahwa kebakaran bermula dari sebuah gudang yang menyimpan peralatan elektronik sebelum merambat ke sisi samping.
"Jadi menurut pekerja di sana, awalnya itu dari yang elektronik, ekspedisi. Terus nyamber ke sebelahnya, dia berkali-kali ledakan enggak kehitung," kata Rudi.
Rudi menambahkan bahwa situasi di sekitar lokasi sempat mencekam saat beberapa kali ledakan terdengar ketika para karyawan masih menjalani jam lembur. Suara ledakan tersebut menjadi tanda awal bagi warga untuk segera menjauh dari titik api.
"Menurut keterangan saksi saat sedang lembur sekitar pukul 20.00 WIB mendengar lima kali suara ledakan dari gudang penyimpanan elektronik, kemudian saksi melihat asap dari sisi samping gudang elektronik," ujar Rudi.
Hingga berita ini disusun, petugas pemadam kebakaran masih melakukan proses pendinginan di area terdampak. Investigasi lebih lanjut mengenai penyebab pasti terjadinya kebakaran masih terus dilakukan oleh pihak berwenang.