Insiden kebakaran hebat melanda bangunan rumah di Jalan Banyu Urip Kidul Molin Gang 2B Nomor 50, Kelurahan Sawahan, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya pada Senin (25/5/2026) malam yang mengakibatkan seorang nenek dan cucunya meninggal dunia. Peristiwa tragis yang dilaporkan terjadi mulai pukul 22.30 WIB atau pukul 22.58 WIB ini menghanguskan area bengkel sepeda motor listrik, toko sembako, serta rumah kos.
Dua korban meninggal dunia diidentifikasi sebagai Suamah berusia 72 tahun, yang merupakan ibu pemilik rumah, dan cucunya Muhammad Azzam Rizki Pratama atau MAR berusia 14 tahun. Berdasarkan laporan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya kepada Radio Suara Surabaya, suarasurabaya.net, kumparan.com, detik.com, memorandum.disway.id, dan Jatim Antara, kedua korban terjebak di dalam bangunan berukuran sekitar 8 x 12 meter atau 3 x 12 meter yang terbakar.
Kepala DPKP Kota Surabaya, Laksita Rini Sevriani menjelaskan bahwa objek yang terbakar terdiri dari dua bangunan, yakni bangunan satu lantai untuk hunian sekaligus bengkel sepeda listrik, serta bangunan dua lantai untuk toko sembako dan kos-kosan. Petugas pemadam kebakaran mengerahkan gabungan 13 unit mobil pemadam dan 4 unit penyelamat, atau total 14 hingga 17 armada termasuk dari Pos Grudo, guna menjinakkan api pokok hingga selesai pembasahan pada Selasa (26/5/2026) pukul 02.10 WIB.
"Saat datang di lokasi, api sudah besar sekali. Bangunan yang satu lantai sudah roboh," kata Laksita Rini, Kepala DPKP Kota Surabaya.
Dugaan awal penyebab kebakaran berasal dari korsleting arus listrik saat pengisian daya (charger) baterai sepeda motor listrik di lantai satu. Komponen lithium pada baterai dilaporkan meledak sehingga api merembet cepat ke struktur atap triplek dan menghanguskan empat unit sepeda motor.
"Diduga api berasal dari korsleting cas motor listrik. Baterai lithium yang meledak mempercepat api merembet ke objek lainnya. Api juga cepat merembet ke atas karena atapnya triplek," ujarnya.
Kedua korban meninggal dunia ditemukan oleh petugas secara terpisah di dalam kamar mandi karena diduga menghirup asap pekat. Suamah ditemukan di kamar mandi lantai satu, sementara Muhammad Azzam Rizki Pratama berada di kamar mandi lantai dua bangunan tersebut.
"Kedua korban ditemukan di dalam kamar mandi. Satu di kamar mandi lantai satu, satu di kamar mandi lantai dua. Diduga karena menghirup banyak asap," katanya.
Laksita Rini mengonfirmasi penanganan awal di tempat kejadian kebakaran yang dilakukan oleh jajarannya setelah menerima laporan dari masyarakat.
"Unit tempur Pos Grudo tiba di tempat kejadian kebakaran langsung melakukan pemadaman," ucapnya.
Petugas di lapangan menghadapi hambatan berupa akses jalan gang sempit yang memiliki lebar sekitar tiga meter sehingga mobil pemadam berukuran besar terpaksa parkir dengan jarak sekitar 60 meter dari titik api.
"Akses gang sempit, unit besar tidak bisa masuk. Jarak unit pertama ke lokasi sekitar 60 meter," kata dia.
Pihak pemadam kebakaran langsung mengoordinasikan pengerahan personel sesaat setelah menerima laporan darurat pada Senin malam.
"Malam hari ini kami mendapat kabar pukul 22.30 WIB, teman-teman damkar langsung menuju ke lokasi dan melakukan pemadaman awal," kata Rini.
Ledakan dari komponen baterai kendaraan listrik tersebut disinyalir menjadi pemicu utama cepatnya perambatan api ke seluruh bagian bangunan utama.
"Dugaan awal itu dari korsleting listrik dari charger motor listrik. Karena berbahan baterai lithium, terjadi ledakan dan api menjalar cepat sekali," ujar mantan Kepala BPBD Linmas Surabaya tersebut.
Laksita Rini memastikan bahwa seluruh korban tewas dalam musibah ini masih berada dalam satu hubungan ikatan keluarga inti.
"Satu anak cucu dan neneknya," kata Rini.
Posisi penemuan jenazah kedua korban dipastikan berada pada area terpisah di lantai bawah dan lantai atas rumah tinggal tersebut.
"Posisi nenek ada di bawah, di lantai 1, yang cucunya di lantai 2," ujarnya.
Pihak dinas menduga sang nenek terjebak kobaran api di lantai bawah saat berniat menyelamatkan cucunya yang berada di lantai dua sebelum akhirnya berlindung di kamar mandi.
"Mungkin seperti itu ya (cucu akan menyelamatkan nenek di lantai 1 lalu berupaya keluar rumah), kita juga tidak tahu (kronologi persisnya). Tapi kalau melihat mungkin mau keluar tapi api di depan sudah membara, jadi mungkin dia (nenek) mau menyelamatkan diri, karena posisinya nenek ada di kamar mandi ya," jelasnya.
Kepala DPKP Surabaya kembali menegaskan letak penemuan jenazah Suamah dan MAR saat proses evakuasi pasca-api berhasil dipadamkan.
"Yang terbakar satu rumah, satu lantai dan satu rumah dua lantai. Korban MD (meninggal dunia) ditemukan di rumah dua lantai berada dikamar mandi lantai satu, dan kamar mandi lantai dua," katanya.
Fungsi dari masing-masing ruangan pada bangunan yang hangus dilalap api tersebut dirinci kembali guna melengkapi berkas pemeriksaan perkara.
"Bangunan satu lantai digunakan rumah hunian dan bengkel sepeda motor listrik. Untuk bangunan dua lantai digunakan untuk toko sembako, dan di lantai dua digunakan untuk kos-kosan," lanjutnya.
Seluruh rangkaian operasi pemadaman dan lokalisasi api dirangkum dalam laporan akhir penanganan bencana di kawasan Sawahan tersebut.
"Penyebab kebakaran, diduga dari korsleting cas motor listrik," pungkasnya.
Laksita Rini membenarkan jumlah korban jiwa dalam insiden kebakaran pemukiman ini ketika dimintai konfirmasi oleh awak media di Surabaya.
"Iya benar, dua meninggal," kata Laksita Rini.
Rincian dimensi luas area kebakaran serta fungsi pemanfaatan bangunan kembali dipaparkan berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara.
"Bangunan yang terbakar meliputi rumah satu lantai dan rumah dua lantai dengan luas area terbakar sekitar 3x12 meter," ucapnya.
Pihak dinas pemadam menggerakkan unit-unit taktis terdekat demi mempercepat pemutusan penjalaran api ke bangunan padat penduduk di sekitarnya.
"DPKP Surabaya mengerahkan sebanyak 17 unit gabungan yang terdiri atas unit tempur dari sejumlah pos, pos komando taktis, serta tim rescue untuk menangani kebakaran tersebut," ujarnya.
Dugaan akhir mengenai asal muasal api tetap menitikberatkan pada malfungsi instalasi kelistrikan pada alat pengisian daya kendaraan listrik.
"Kami menduga kebakaran dipicu korsleting listrik dari alat pengisian daya sepeda motor listrik di tempat kejadian kebakaran," tuturnya.
Selain dua korban tewas, pemilik rumah Dwi Priyo Aprianto dan istrinya Meiga Dita Fisilia (39) dilaporkan selamat, meskipun Meiga mengalami luka robek di telapak tangan kanan. Korban luka lainnya adalah Tiwuk Suryati (46), penghuni kos yang menderita dislokasi pada kaki kanan dan kiri akibat melompat dari lantai dua untuk menyelamatkan diri. Seluruh korban luka telah mendapatkan perawatan medis, sementara kedua korban meninggal dunia dievakuasi oleh Tim Inavis ke Rumah Sakit Umum Dr. Soetomo Surabaya.