Kebocoran Gas Picu Kebakaran Warung Soto di Gambir Jakarta Pusat

Kebocoran Gas Picu Kebakaran Warung Soto di Gambir Jakarta Pusat

Sebuah warung soto di Jalan Batutulis, Gambir, Jakarta Pusat, mengalami kebakaran hebat pada Jumat (8/5/2026) siang yang diduga dipicu oleh kebocoran tabung gas saat aktivitas memasak berlangsung. Insiden yang sempat viral di media sosial ini mengakibatkan tiga orang mengalami luka ringan serta kerugian materi yang ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Pusat mengerahkan personel ke lokasi setelah menerima laporan warga pada pukul 12.47 WIB. Berdasarkan data yang dihimpun, api baru dapat dipadamkan sepenuhnya oleh petugas bersama warga sekitar pada pukul 13.30 WIB, sebagaimana dilansir dari Megapolitan.

Kepala Seksi Operasi Sudin Gulkarmat Jakarta Pusat, Z Triyanto, mengonfirmasi bahwa tim penolong segera melakukan penanganan begitu tiba di tempat kejadian lima menit setelah laporan masuk. Ia menegaskan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini meskipun terdapat korban luka.

“Tim berangkat ke lokasi dan tiba pukul 12.52 WIB. Setelah itu langsung melakukan pemadaman,” ujar Triyanto.

Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti munculnya api. Triyanto menambahkan bahwa penanganan medis telah diberikan kepada warga yang terdampak di lokasi kejadian.

“Tapi ada tiga orang yang terluka ringan,” katanya.

Manajer warung soto, Henry, menjelaskan bahwa peristiwa bermula sekitar pukul 12.30 WIB ketika api tiba-tiba menyambar dari arah kompor di area teras. Saat itu, terdapat tiga pengunjung yang tengah menyantap makan siang, sementara karyawan baru saja menyelesaikan pesanan.

“Awalnya tuh tadi habis masak sebentar, ya kan, terus kemudian tiba-tiba api keluar besar langsung, dari bagian kompor,” ujar Henry.

Kondisi angin yang kencang di lokasi membuat kobaran api dengan cepat merambat ke bagian depan warung. Henry menduga kuat bahwa kebocoran pada salah satu dari tiga tabung gas yang ada menjadi pemicu utama besarnya kobaran api tersebut.

“Jadi api langsung besar. Terus nyamber ke mana-mana karena ada angin kan,” lanjut Henry.

Menurut kesaksian pengelola, upaya pemadaman awal dilakukan secara swadaya oleh warga dengan peralatan seadanya sebelum armada pemadam kebakaran tiba. Dua karyawan dilaporkan mengalami luka, yakni cedera di pelipis akibat terpeleset dan sesak napas karena menghirup asap tebal.

“Karena kan ada tiga tabung gas. Yang satu yang dipakai untuk memasak. Kemudian dua lagi di dekat situ,” katanya.

Pihak manajemen warung memastikan telah mengevakuasi seluruh pengunjung dan staf yang berada di lantai satu maupun lantai dua gedung saat api mulai membesar. Henry juga telah menghubungi layanan darurat untuk mempercepat proses evakuasi dan pengamanan area.

“Setelah itu kami panggil damkar, dan warga juga ada yang bantu telepon damkar,” tutur Henry.

Kerusakan material dilaporkan mencakup sebagian gerobak soto, peralatan masak, kanopi teras, serta dua unit sepeda motor milik karyawan. Henry memperkirakan total kerugian mencapai Rp 50 juta akibat kerusakan infrastruktur dan peralatan usaha tersebut.

“Pemadaman tadi sekitar satu jam-an lah selesai. Tidak ada korban jiwa. Hanya satu karyawan luka di pelipis mata karena jatuh terpeleset saat membantu pemadaman,” jelas Henry.

Karyawan yang mengalami sesak napas telah mendapatkan perawatan dari tim Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Pusat. Henry memastikan situasi telah terkendali dan fokus saat ini adalah melakukan pembersihan area yang terdampak.

“Pas kejadian, saya ada di lantai bawah. Begitu sadar itu kebakaran saya suruh semua keluar baik yang di lantai 1 dan lantai 2,” tuturnya.

Garis polisi telah dipasang di area teras untuk kepentingan investigasi, sementara bagian dalam bangunan dilaporkan tetap utuh. Henry menyatakan bahwa operasional warung soto akan dihentikan sementara waktu untuk perbaikan.

“Motor dua, kemudian tiga unit kompor, tiga tabung gas, sama peralatan-peralatan memasak dan juga atap teras, tadi saya total estimasi Rp 50 juta ya,” jelas Henry.

Meskipun mengalami kerugian yang cukup signifikan, pihak pengelola berkomitmen untuk segera memulihkan kondisi fisik bangunan agar dapat melayani pelanggan kembali dalam waktu dekat.

“Tapi nanti secepatnya akan buka kembali,” tutur Henry.

Artikel terkait

Rekomendasi