PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports mencatat sebanyak 126.097 calon haji telah diberangkatkan ke Arab Saudi melalui 14 bandara kelolaan pada periode 21 April hingga 9 Mei 2026. Operasional penerbangan tersebut menunjukkan performa positif dengan tingkat ketepatan waktu atau on-time performance (OTP) mencapai 96 persen.
Data dari InJourney Airports merinci bahwa total layanan mencakup 322 penerbangan, di mana 310 di antaranya berhasil berangkat sesuai jadwal. Kelancaran ini dipengaruhi oleh integrasi layanan mulai dari asrama haji hingga proses boarding ke pesawat di berbagai wilayah Indonesia.
Direktur Utama InJourney Airports, Mohammad R. Pahlevi, memberikan keterangan terkait pencapaian operasional selama fase pemberangkatan tersebut di Jakarta dan Tangerang.
"Bandara Soekarno-Hatta menjadi salah satu tersibuk di mana jumlah calon haji yang berangkat ke Tanah Suci pada periode 21 April - 9 Mei 2026 melalui bandara ini tercatat 20.031 orang dengan 47 kloter," kata Mohammad R. Pahlevi, Direktur Utama InJourney Airports.
Pahlevi menjelaskan bahwa pengelolaan khusus di Bandara Soekarno-Hatta dilakukan melalui Terminal 2F yang kini difungsikan sebagai Terminal Khusus Haji dan Umrah dengan fasilitas masjid dan lounge luas.
"Selama periode tersebut, total penerbangan haji yang dilayani mencapai 322 penerbangan," tutur Mohammad R. Pahlevi, Direktur Utama InJourney Airports.
Pihak pengelola memastikan koordinasi antar-instansi, termasuk AirNav dan Kementerian Perhubungan, menjadi kunci terjaganya rasio ketepatan waktu yang tinggi tersebut.
"Seluruh pihak telah melakukan perencanaan dan koordinasi dengan baik, mulai dari proses di asrama haji, perjalanan menuju bandara, hingga layanan keberangkatan di bandara dan proses naik ke pesawat," tutur Mohammad R. Pahlevi, Direktur Utama InJourney Airports.
Fasilitas pemeriksaan keamanan kini juga telah disiagakan di asrama haji guna memangkas durasi antrean saat jemaah tiba di area bandara sebelum terbang.
"Mulai pemeriksaan keamanan terhadap jamaah calon haji dan barang sebelum naik ke pesawat ada yang dilakukan sejak di asrama haji," tutur Mohammad R. Pahlevi, Direktur Utama InJourney Airports.
Secara umum, tren pemberangkatan haji tahun 2026 didominasi oleh lima bandara utama dengan volume jemaah yang signifikan sebagaimana tercatat dalam laporan InJourney Airports.
"Penyelenggaraan penerbangan haji di bandara-bandara InJourney Airports secara umum berjalan lancar dengan tingkat ketepatan waktu keberangkatan atau OTP mencapai sekitar 96 persen," kata Mohammad R. Pahlevi, Direktur Utama InJourney Airports.
Sistem kolaborasi antar-pemangku kepentingan diklaim menjadi faktor utama di balik minimnya kendala operasional selama periode sibuk ini.
“Perencanaan matang didukung implementasi yang tepat sangat mendukung kelancaran keberangkatan penerbangan haji sehingga OTP sangat tinggi," ujar Mohammad R. Pahlevi, Direktur Utama InJourney Airports.
Terminal Khusus Haji di Soekarno-Hatta yang sebelumnya diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada Mei 2025 menjadi infrastruktur kunci dalam mengurai kepadatan.
"Kelancaran keberangkatan didukung adanya terminal khusus untuk melayani calon jamaah haji,” jelas Mohammad R. Pahlevi, Direktur Utama InJourney Airports.
Seluruh jajaran operasional saat ini tetap bersiaga untuk menyelesaikan fase keberangkatan yang dijadwalkan berlangsung hingga akhir Mei mendatang.
"Kami berkomitmen untuk terus menjaga kelancaran keberangkatan penerbangan haji hingga akhir periode keberangkatan pada 21 Mei 2026," kata Mohammad R. Pahlevi, Direktur Utama InJourney Airports.
| Peringkat | Bandara | Lokasi | Jumlah Calon Haji | Jumlah Kloter |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Juanda | Surabaya | 25.794 | 68 |
| 2 | Soekarno-Hatta | Tangerang | 20.031 | 47 |
| 3 | Adi Soemarmo | Solo | 19.002 | 53 |
| 4 | Sultan Hasanuddin | Makassar | 9.808 | 25 |
| 5 | Kualanamu | Deli Serdang | 5.379 | 15 |