Seorang pengendara sepeda motor berinisial MLH (34) meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal di jalur Transjakarta Jalan Letjen S. Parman, Palmerah, Jakarta Barat, pada Rabu (6/5/2026) pagi sekitar pukul 08.15 WIB. Korban menabrak pembatas jalan beton saat melaju di lajur khusus tersebut dekat Komplek BNI.
Peristiwa tragis ini melibatkan satu unit sepeda motor Yamaha dengan nomor polisi B 4158 BJD yang dikendarai korban dari arah Slipi menuju Grogol. Dilansir dari Megapolitan, insiden bermula ketika motor melaju dengan kecepatan tinggi sebelum akhirnya kehilangan kendali di lokasi kejadian.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Metro Jakarta Barat, AKP Joko Siswanto memberikan rincian mengenai kronologi kecelakaan yang dikategorikan sebagai kejadian hilang kendali tersebut.
"Benar telah terjadi kecelakaan lalu lintas kategori out of control atau hilang kendali menyebabkan kecelakaan tunggal pada pukul 08.15 WIB yang melibatkan seorang pemotor tewas," kata Joko dalam keterangan resminya, Rabu.
Kepolisian menjelaskan bahwa posisi kendaraan yang oleng menjadi penyebab utama motor menghantam beton pemisah jalan secara langsung.
"Sesampainya di dekat Komplek BNI, korban tidak bisa mengendalikan laju kendaraannya sehingga oleng ke kiri dan menabrak separator busway," ucap Joko.
Benturan yang sangat keras pada bagian depan kendaraan mengakibatkan kerusakan parah. Korban dilaporkan mengalami cedera fatal pada area wajah dan kepala akibat hantaman tersebut.
"Akibat menabrak separator tersebut, korban mengalami luka berat pada bagian kepala serta wajah. Korban dinyatakan meninggal dunia di TKP (Tempat Kejadian Perkara)," tutur Joko.
Pasca-kejadian, petugas kepolisian bersama tim medis segera mengevakuasi jenazah korban menuju RSUD Kabupaten Tangerang untuk keperluan visum. Dampak dari kecelakaan ini sempat memicu kepadatan arus lalu lintas di Jalan Letjen S. Parman arah Grogol.
Beberapa armada bus Transjakarta bahkan terpaksa dialihkan ke jalur reguler untuk mengurai penumpukan kendaraan di titik evakuasi.
"Tapi saat ini sudah berhasil dievakuasi, arus lalu lintas terpantau aman terkendali kembali," tutur Joko.
Pihak kepolisian kembali mengingatkan masyarakat agar mematuhi aturan lalu lintas dengan tidak memasuki jalur khusus busway guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.