Keluarga Pencuri Mangga Serang Pemilik Rumah di Bontang

Keluarga Pencuri Mangga Serang Pemilik Rumah di Bontang

Sekelompok massa melakukan penyerangan dan penganiayaan terhadap seorang pemilik rumah di Kota Bontang pada Minggu, 10 Mei 2026. Aksi ini dipicu oleh kematian seorang pria yang diduga terjatuh saat mencoba mengambil buah mangga di properti milik warga tersebut sehari sebelumnya.

Insiden bermula ketika seorang pria tewas akibat kecelakaan saat memanjat pohon mangga pada Sabtu, 9 Mei 2026. Dilansir dari Suara, pihak keluarga korban tidak menerima peristiwa tersebut sebagai musibah murni dan melampiaskan kemarahan kepada pemilik pohon.

Aksi anarkis puluhan orang tersebut terekam oleh kamera pengawas atau CCTV dan menjadi viral di platform media sosial. Dalam rekaman tersebut, terlihat massa melemparkan berbagai perabotan rumah tangga, termasuk kursi yang berada di area teras, hingga menyebabkan kerusakan material yang cukup parah.

Laporan yang dihimpun menunjukkan bahwa pemilik rumah tidak hanya mengalami kerugian materiil, tetapi juga menjadi sasaran kekerasan fisik oleh massa yang beringas. Selain melakukan penganiayaan, warga yang marah juga menebang pohon mangga yang menjadi lokasi awal jatuhnya korban hingga tewas.

Terkait eskalasi kekerasan ini, akun media sosial yang menyebarkan informasi tersebut memberikan pernyataan mengenai pentingnya pengendalian diri dan proses hukum yang berlaku.

"Apapun alasannya, tindakan main hakim sendiri dan kekerasan tentu tidak dibenarkan. Semoga semua pihak bisa menahan emosi dan kasus ini ditangani aparat secara adil," tulis akun @infonesiaku.id.

Unggahan tersebut juga menampilkan bukti visual berupa foto seorang pria yang tergeletak pasca terjatuh dari pohon. Hingga saat ini, pihak kepolisian setempat belum memberikan pernyataan resmi terkait prosedur hukum terhadap kasus pencurian maupun aksi penyerangan rumah tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi