Pelaku industri dan regulator menekankan penguatan perlindungan konsumen serta kepatuhan regulasi saat sektor keuangan digital Indonesia memasuki fase matang dalam Rapat Umum Anggota AFTECH di Jakarta pada Selasa (12/5/2026). Langkah ini diambil guna menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekosistem yang kini mencatat puluhan juta transaksi.
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan pertumbuhan signifikan dengan jumlah pengguna platform aset keuangan digital mencapai 17,17 juta orang. Dilansir dari Money, total transaksi aset tersebut telah menyentuh angka 77,32 juta transaksi sepanjang tahun berjalan.
Chief Marketing Officer INDODAX, Aloysia Dian menjelaskan bahwa dalam industri aset digital, kepercayaan publik saat ini menjadi fondasi utama bagi perusahaan crypto exchange yang diawasi OJK. Fokus industri kini bergeser dari sekadar mengejar pertumbuhan menjadi penguatan tata kelola.
"Dalam industri aset digital, kepercayaan bukan hanya faktor pendukung, tetapi fondasi utama," kata Aloysia Dian, Chief Marketing Officer INDODAX.
Pihaknya menilai transparansi dan perlindungan konsumen sangat krusial agar manfaat ekonomi dapat dirasakan masyarakat luas secara sehat. Keseimbangan antara inovasi dan keamanan menjadi kunci keberlanjutan ekosistem aset digital ke depan.
"Pertumbuhan industri kripto dan crypto exchange Indonesia saat ini harus diimbangi dengan perlindungan konsumen, transparansi, dan tata kelola yang kuat agar ekosistem dapat berkembang secara sehat, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata yang lebih luas bagi masyarakat," ujar Aloysia Dian, Chief Marketing Officer INDODAX.
Ketua Umum AFTECH, Pandu Sjahrir memberikan penegasan bahwa pelaku industri saat ini tidak lagi hanya fokus memperebutkan pangsa pasar. Menurutnya, fondasi bisnis digital nasional sekarang jauh lebih sehat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dengan mengedepankan kepatuhan.
Ia mendorong pengembangan inovasi yang memiliki prinsip keamanan dan tanggung jawab sejak awal perancangan. Hal ini bertujuan agar teknologi finansial memberikan dampak konkret pada sektor riil.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi turut menyatakan bahwa ekspansi bisnis tidak boleh mengabaikan keamanan jangka panjang. Ia melihat teknologi mutakhir akan menjadi penggerak utama dalam efisiensi layanan keuangan.
Pemanfaatan kecerdasan buatan hingga blockchain diproyeksikan mampu menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini belum tersentuh layanan keuangan formal secara optimal.
Sektor crypto exchange juga menyoroti pentingnya literasi masyarakat untuk memahami risiko investasi secara bijak. Program edukasi aktif dijalankan guna membangun rasa aman bagi para investor aset digital di tanah air.
"Pada akhirnya, industri aset digital termasuk kripto bukan hanya soal teknologi atau pertumbuhan transaksi, tetapi juga tentang bagaimana membangun rasa aman dan kepercayaan bagi masyarakat. Kami percaya, ekosistem yang sehat hanya bisa tercipta ketika inovasi berjalan seiring dengan perlindungan konsumen, edukasi, dan tata kelola yang baik," kata Aloysia Dian, Chief Marketing Officer INDODAX.