Jasad Sanila Khairunnisa (10) ditemukan di area perkebunan Desa Pintu Rimbe, Aceh Tenggara, pada Jumat (8/5/2026) setelah dilaporkan menghilang selama sepuluh hari. Korban meninggalkan pesan bertuliskan "ampun" sebelum dinyatakan hilang sejak Rabu (29/4/2026).
Dilansir dari Suara, penemuan ini merupakan puncak dari upaya pencarian intensif yang dilakukan secara kolektif oleh tim gabungan TNI-Polri dan masyarakat setempat. Posisi korban saat ditemukan berada di lahan perkebunan warga yang berjarak relatif dekat dari kediamannya.
Rosy Marsanti Putri, kerabat korban, memberikan rincian mengenai lokasi penemuan jenazah siswi tersebut yang tidak jauh dari lingkungan tempat tinggalnya.
"Lokasinya tidak terlalu jauh dari rumah, sekitar 300 meter," kata Rosy Marsanti Putri, kerabat korban.
Pihak keluarga mengungkapkan bahwa terdapat temuan janggal berupa coretan kertas yang dibuat Sanila sebelum ia tidak diketahui keberadaannya. Tulisan tersebut kini menjadi elemen krusial bagi kepolisian dalam mendalami motif dan penyebab pasti kematian bocah tersebut.
"Korban sebelum menghilang sempat membuat gambar di kertas dan ada tulisan 'ampun'," ujar Rosy.
Sanila yang merupakan anak bungsu dari lima bersaudara ini terakhir kali terlihat saat berpamitan untuk bermain di sekitar rumah pada sore hari. Saat insiden terjadi, kedua orang tua korban dilaporkan sedang berada di luar daerah untuk bekerja sebagai perantau.
Hingga saat ini, personel dari Polres Aceh Tenggara masih melakukan penyelidikan di lapangan dan belum merilis pernyataan resmi terkait indikasi tindak pidana maupun hasil autopsi jasad korban.