Kementerian Agama Republik Indonesia merilis jadwal sholat dan imsakiyah terbaru untuk wilayah Surabaya pada Selasa, 19 Mei 2026, serta wilayah Malang pada Senin, 18 Mei 2026. Data berkala ini diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama guna memfasilitasi umat Muslim agar dapat menunaikan ibadah tepat waktu.
Penyusunan jadwal ibadah untuk dua wilayah di Jawa Timur ini menunjukkan akurasi waktu yang hampir serupa menurut data resmi Bimas Islam Kemenag. Selisih waktu antara Kota Surabaya dan Kota Malang tercatat hanya berjarak satu menit pada waktu imsak serta subuh, sedangkan waktu ibadah lainnya terpantau sama persis.
Berikut adalah rincian waktu ibadah harian untuk masyarakat di wilayah Surabaya dan Malang yang dihimpun dari laporan detik.com dan jawapos.com.
| Waktu Ibadah | Surabaya (19 Mei 2026) | Malang (18 Mei 2026) |
|---|---|---|
| Imsak | 04.03 WIB | 04:04 WIB |
| Subuh | 04.13 WIB | 04:14 WIB |
| Duha | 05.58 WIB | 05:58 WIB |
| Zuhur | 11.29 WIB | 11:29 WIB |
| Asar | 14.50 WIB | 14:50 WIB |
| Magrib | 17.22 WIB | 17:22 WIB |
| Isya | 18.34 WIB | 18:34 WIB |
Laporan resmi tersebut juga menyertakan panduan bacaan niat ibadah wajib lima waktu bagi masyarakat Muslim selain menetapkan jadwal harian. Pelafalan niat ini dapat dilakukan di dalam hati sebagai penanda kesungguhan dan keikhlasan sebelum mendirikan ibadah.
Berikut adalah bacaan niat sholat fardu untuk posisi makmum atau imam:
1. Niat Sholat Subuh: Aku berniat sholat fardu Subuh dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum/imam karena Allah Ta'ala.
2. Niat Sholat Zuhur: Aku berniat sholat fardu Zuhur empat rakaat menghadap kiblat sebagai makmum/imam karena Allah Ta'ala.
3. Niat Sholat Asar: Aku berniat sholat fardu Asar empat rakaat menghadap kiblat sebagai makmum/imam karena Allah Ta'ala.
4. Niat Sholat Magrib: Aku berniat sholat fardu Magrib tiga rakaat menghadap kiblat sebagai makmum/imam karena Allah Ta'ala.
5. Niat Sholat Isya: Aku berniat sholat fardu Isya empat rakaat menghadap kiblat sebagai makmum/imam karena Allah Ta'ala.
Masyarakat diimbau untuk tetap menyelaraskan pelaksanaan ibadah harian ini dengan kumandang adzan dari masjid atau mushala setempat agar ibadah berjalan lebih maksimal.