Kemendag Masukkan Cabai Jadi Komoditas Prioritas Pengendalian Inflasi

Kemendag Masukkan Cabai Jadi Komoditas Prioritas Pengendalian Inflasi

Kementerian Perdagangan memberikan perhatian khusus terhadap lonjakan harga cabai yang terjadi belakangan ini. Komoditas hortikultura tersebut kini resmi masuk ke dalam daftar prioritas pengendalian inflasi nasional.

Dilansir dari Suara, langkah ini diambil pemerintah untuk menjaga stabilitas harga pangan di pasar. Sebelumnya, fokus pengawasan utama pemerintah hanya tertuju pada tiga komoditas strategis lainnya.

Direktur Bina Pasar Dalam Negeri Kemendag, Nawandaru Dwi Putra, menjelaskan bahwa semula pemerintah hanya memberikan atensi pada beras, gula, dan bawang merah. Namun, tren harga cabai menunjukkan kenaikan yang memerlukan penanganan serius.

"Kalau untuk minggu yang lalu, memang hanya tiga komoditas yang perlu menjadi atensi, yaitu beras, gula, dan bawang merah. Tapi memang dari perkembangan pemantauan kami dalam satu minggu terakhir ini, komoditas cabai ini juga sedang mengalami kenaikan," jelas Nawandaru.

Pemerintah melihat adanya tekanan baru pada kelompok pangan segar yang sering memicu inflasi. Fluktuasi pasokan serta hambatan distribusi antarwilayah ditengarai menjadi penyebab utama ketidakstabilan harga tersebut.

Cabai dikenal sebagai salah satu komoditas yang paling cepat memengaruhi inflasi pangan. Hal ini biasanya terjadi setiap kali muncul gangguan pada proses produksi petani maupun alur distribusi di pasar.

"Kami laporkan ada perkembangan harga melalui pantauan kami SP2KP. Memang ada beberapa komoditas yang perlu menjadi atensi," ujarnya.

Nawandaru menambahkan bahwa perubahan tren harga yang cepat harus segera direspons secara taktis. Lonjakan harga cabai dinilai memberikan dampak langsung terhadap daya beli konsumen, khususnya di pasar tradisional.

Kenaikan harga cabai kini memperpanjang daftar bahan pangan yang berada dalam pengawasan ketat pemerintah. Kondisi ini terjadi di tengah tekanan harga beras, gula, dan bawang merah yang sudah lebih dulu menjadi fokus perhatian.

"Dari perkembangan pemantauan kami dalam satu minggu terakhir ini, komoditas cabai ini juga sedang mengalami kenaikan," tutur Nawandaru.

Artikel terkait

Rekomendasi