Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) melalui Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Direktorat Belmawa) resmi membuka Babak Final Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Perguruan Tinggi (ONMIPA-PT) 2026. Ajang bergengsi bagi mahasiswa ini diselenggarakan di Universitas Airlangga (UNAIR) sebagai tuan rumah, seperti dilansir dari Medcom.
Kompetisi sains ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat nalar ilmiah, merangsang inovasi, sekaligus membangun jejaring bagi calon ilmuwan masa depan. Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemendiktisaintek, Beny Bandanadjaja, memberikan apresiasi atas kesiapan UNAIR dalam menyelenggarakan acara ini. Menurutnya, perguruan tinggi kini memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi pusat pembangunan ilmu pengetahuan dan riset inovasi.
"Saat ini perguruan tinggi tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan, tetapi juga menjadi pusat pembangunan ilmu pengetahuan, riset inovasi, dan solusi bagi berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat," ujar Beny.
Beny juga memberikan penekanan khusus mengenai pentingnya integritas, kejujuran, dan sportivitas selama kompetisi berlangsung. Ia berharap para peserta memanfaatkan momentum berada di Surabaya ini untuk memperluas kolaborasi antarkampus demi melahirkan riset aplikatif yang bermanfaat bagi masyarakat.
"Prestasi yang diraih dengan kejujuran pastilah lebih bermakna daripada kemenangan yang diperoleh dengan cara yang tidak semestinya," tegasnya.
"Kami berharap selama berada di Surabaya, mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk memperluas jejaring dengan sesama mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Jejaring itu efektif menjadi bagian dari upaya menemukan solusi atas persoalan-persoalan yang dekat masyarakat," tambah Beny.
Babak final ini diikuti oleh 260 finalis yang berhasil lolos setelah menyisihkan 3.712 peserta dari 1.168 perguruan tinggi di seluruh Indonesia pada seleksi tingkat wilayah Mei lalu. Penanggung Jawab Pengembangan Karakter dan Kesejahteraan Mahasiswa Direktorat Belmawa Kemdiktisaintek, Yulita Priyoningsih, mengungkapkan adanya penghargaan prestisius bagi para pemenang.
"Khusus untuk bidang matematika, para pemenang akan diseleksi kembali untuk menjadi perwakilan Indonesia pada International Mathematics Competition yang diselenggarakan secara rutin di Bulgaria," jelas Yulita.
Selain kebanggaan personal, keberhasilan para mahasiswa menembus babak final ini juga berkontribusi langsung pada institusi asal mereka. Capaian prestasi di tingkat nasional ini secara otomatis akan mendongkrak Indikator Kinerja Utama (IKU) dari masing-masing perguruan tinggi.
"Ketika mahasiswa telah menjadi finalis dan mewakili kampusnya pada tingkat nasional, maka secara otomatis telah memberikan kontribusi terhadap capaian indikator kinerja utama perguruan tinggi. Semakin tinggi prestasi yang diraih, semakin besar pula dampaknya bagi institusi," ujarnya.