Kemenkeu Aktifkan Bond Stabilization Fund Redam Kenaikan Yield SBN

Kemenkeu Aktifkan Bond Stabilization Fund Redam Kenaikan Yield SBN

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaktifkan kembali program Bond Stabilization Fund (BSF) mulai Kamis (7/5/2026) guna menekan kenaikan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN). Langkah strategis ini diambil pemerintah untuk memitigasi risiko aliran modal keluar besar-besaran dari pasar domestik.

Dilansir dari Ekonomi, skema BSF merupakan instrumen lama yang telah disiapkan sejak 2010 namun sempat tidak dioperasikan dalam beberapa waktu terakhir. Purbaya menegaskan pengaktifan kembali fasilitas ini murni untuk menstabilkan kondisi pasar obligasi saat ini.

"Itu bukan hal yang baru, tapi tidak pernah dijalankan. Artinya ada tapi mati. Sebetulnya sudah ada tapi mati. Saya mau hidupkan saja," ujarnya Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan di kawasan Jakarta Pusat, Rabu (6/6/2026).

Berbeda dengan mekanisme tahun 2011 yang melibatkan 13 BUMN sebagai pembeli siaga, program kali ini beroperasi sebagai fasilitas internal Kementerian Keuangan. Pendanaan program dipastikan bersumber langsung dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Intervensi melalui BSF dilakukan sebagai respons terhadap kenaikan imbal hasil SBN yang sempat menyentuh level 6,7 persen pada akhir April 2026. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran terjadinya kerugian modal bagi investor institusi internasional.

"Asing yang punya bond di sini kan mengalami capital loss. Ada aturan-aturan di lembaga investasi mereka, kalau loss sekian, mereka mesti potong sekian. Jadi itu yang memicu [keluarnya modal]," jelas Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Pemerintah menargetkan stabilitas harga di pasar sekunder agar kepanikan investor dapat diredam melalui sinyal intervensi yang terukur. Kemenkeu juga akan berkoordinasi dengan otoritas moneter untuk menetapkan kuota pembelian kembali obligasi secara tepat.

Program ini diharapkan mampu menjaga postur pembiayaan negara dari beban bunga tinggi sekaligus mendukung penguatan nilai tukar rupiah.

"Saya akan coba bantu rupiah dengan cara saya sendiri," tutup Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Artikel terkait

Rekomendasi