Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana mengambil alih PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui skema tukar guling dengan PT Geo Dipa Energi. Langkah strategis ini dilaporkan pada Jumat (15/5/2026) di Jakarta setelah mendapatkan sinyal positif dari BPI Danantara.
Proses akuisisi tersebut dilakukan guna mengintegrasikan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan membentuk ekosistem pembiayaan yang berkelanjutan bagi sektor UMKM. Sebagaimana dilansir dari Suara, pemerintah menargetkan persetujuan resmi atas pertukaran aset antar lembaga ini rampung dalam kurun waktu dua bulan ke depan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa koordinasi dengan pihak BPI Danantara telah berjalan secara intensif mengenai pelepasan kepemilikan aset tersebut.
"PNM dalam proses yang berjalan dengan Danantara, sepertinya sudah dapat lampu hijau. Kelihatannya sih mereka mau lepas," kata Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.
Pemerintah menyiapkan PT Geo Dipa Energi sebagai kompensasi atas pengalihan PNM, meski pada awalnya terdapat keinginan untuk mengelola kedua lembaga tersebut secara bersamaan.
"Kelihatannya tukar sama Geo Dipa. Saya mau minta dua-duanya enggak boleh," lanjut Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.
Meskipun jadwal eksekusi teknis belum dirinci secara mendetail, Bendahara Negara memastikan bahwa komitmen kesepakatan akan segera difinalisasi dalam waktu dekat.
"Itu kan untuk implementasinya memang perlu waktu. Tapi persetujuannya dalam dua bulan ini sudah selesai," jelas Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.
Pengambilalihan ini didasari oleh aspirasi Kementerian Keuangan untuk menciptakan lembaga keuangan khusus yang lebih berpihak pada kebutuhan pelaku usaha kecil tanpa mengejar keuntungan maksimal semata.
“Yang jelas fokusnya masih gimana departemen keuangan bisa mengambil alih PNM untuk supaya bisa kami menyalurkan KUR lewat situ, dan ke depannya dalam beberapa tahun kami bentuk suatu bank yang disebut bank UMKM betulan,” papar Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.
Purbaya menekankan perbedaan mendasar antara model bisnis BRI yang berorientasi laba dengan visi PNM yang baru nantinya sebagai katalis pemberdayaan ekonomi kerakyatan.
“BRI kan profit-oriented, ini (PNM) bukan profit-oriented. Iya enggak rugi, tapi enggak gila-gilaan bunganya. Yang penting adalah pembiayaannya bisa dilakukan berkesinambungan dan betul-betul membantu UMKM. Nanti didesain ekosistem yang menyeluruh,” beber Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.