Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) membantah narasi yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mempersilakan investor asing meninggalkan Indonesia, seperti dilansir dari Detik Finance pada Minggu (17/5/2026).
Kabar bohong tersebut sempat beredar sebagai tanggapan atas surat terbuka dari Kamar Dagang China di Indonesia (CCCI) kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai hambatan investasi.
"Berita yang beredar mengenai pernyataan Menkeu Purbaya yang mempersilakan investor asing mencari negara lain jika tidak cocok dengan kebijakan Indonesia sebagai respons terhadap surat terbuka Kamar Dagang China di Indonesia (CCCI) kepada Presiden RI mengenai berbagai hambatan investasi di Indonesia, merupakan berita hoaks," bunyi keterangan Kemenkeu dikutip Minggu (17/5/2026).
Pihak otoritas keuangan tersebut juga mengimbau agar masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi palsu yang beredar.
"Masyarakat diharapkan waspada terhadap penyebaran berita bohong yang mengatasnamakan Menkeu Purbaya," bunyi keterangan tersebut lebih lanjut.
Sebelumnya, CCCI mengirimkan surat kepada Presiden Prabowo Subianto pada Rabu (13/5) untuk mengeluhkan rencana kebijakan penempatan 50% Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam (SDA) di bank milik negara selama minimal satu tahun.
"Ini akan sangat merugikan likuiditas perusahaan dan operasi jangka panjang," tulis surat tersebut, dikutip Rabu (13/5).
Selain masalah DHE, para pengusaha asal Negeri Tirai Bambu tersebut juga keberatan dengan rencana kenaikan tarif royalti komoditas mineral dan batu bara (minerba) serta pemberlakuan bea keluar yang berpotensi meningkatkan biaya produksi hilirisasi nikel.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan penjelasan bahwa hubungan investasi antara Indonesia dan China sejatinya berlangsung secara dua arah dan pemerintah telah menegur balik pengusaha yang melanggar aturan.
"Saya sudah komplain ke mereka, banyak pengusaha China di sini yang juga melakukan bisnis nggak legal. Saya minta dia perbaiki waktu itu, dia janji akan memperingati mereka. Jadi itu dua arah sebetulnya, tidak ada masalah," tutur Purbaya di kantornya, Jakarta Pusat.