Kemenkeu Evaluasi Sistem Anggaran setelah Pengakuan Menkeu Purbaya

Kemenkeu Evaluasi Sistem Anggaran setelah Pengakuan Menkeu Purbaya

Sistem penganggaran di Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan kini tengah diperbaiki demi mencegah kebocoran alokasi belanja negara menyusul pengakuan berulang dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengenai pos anggaran jumbo yang lolos tanpa pengawasannya, seperti dilansir dari Suara pada Rabu kemarin.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku tidak mengetahui rincian anggaran bantuan 1.098 ekor sapi kurban Presiden Prabowo Subianto yang disalurkan ke berbagai daerah pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dengan nilai mencapai sekitar Rp100 miliar melalui APBN.

"Saya nggak tahu masalah itu. Saya cek, saya nggak tahu," ujar Purbaya, Menteri Keuangan.

Purbaya kemudian mengarahkan pihak media untuk menanyakan persoalan tersebut secara langsung kepada Kementerian Sekretariat Negara karena menduga pengelolaan dana tersebut berada di bawah kewenangan institusi tersebut.

"Tanya Mensesneg. Saya rasa si uang mereka sendiri," kata Purbaya, Menteri Keuangan.

Sebelum persoalan sapi kurban mencuat, Purbaya juga menyatakan pihaknya kecolongan terkait anggaran pengadaan 25.000 unit motor listrik oleh Badan Gizi Nasional senilai Rp1,05 triliun yang tetap lolos di dalam sistem penganggaran meskipun usulannya telah ditolak sejak tahun lalu.

"Itu software dari Dirjen Anggaran, itu sedang diperbaiki sehingga nggak kebobolan kayak kemarin tuh," ujar Purbaya, Menteri Keuangan.

Kementerian Keuangan kini berkomitmen memperkuat pengawasan belanja negara termasuk untuk program prioritas Makan Bergizi Gratis setelah sistem lama dinilai membuat mekanisme penganggaran tidak berjalan dengan optimal.

Artikel terkait

Rekomendasi