Kemenkeu Intervensi Pasar Obligasi Demi Dorong Rupiah ke Rp15.000

Kemenkeu Intervensi Pasar Obligasi Demi Dorong Rupiah ke Rp15.000

Kementerian Keuangan menargetkan penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat hingga kembali ke level Rp15.000 melalui intervensi di pasar obligasi. Langkah stabilisasi tersebut disampaikan dalam acara Jogja Financial Festival 2026 pada Jumat (22/5/2026), di tengah posisi rupiah yang terpantau masih tinggi di level Rp17.698 pada perdagangan pagi hari.

Dilansir dari Detik Finance, pemerintah berupaya menekan arus modal keluar dengan mengincar stabilitas imbal hasil atau yield pasar domestik. Penguatan mata uang garuda ini menjadi prioritas utama guna menjaga stabilitas perekonomian nasional dari tekanan eksternal.

"Kita akan dorong rupiah ke arah Rp 15.000. Kalau kata Pak Presiden, 'Purbaya senyum, ekonomi aman.' Ini senyum terus nih," ujar Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Menteri Keuangan menjelaskan bahwa pihak otoritas fiskal telah aktif membeli obligasi di pasar sekunder untuk meredam fluktuasi nilai tukar. Strategi intervensi ini diklaim mulai memberikan dampak positif terhadap pergerakan instrumen keuangan di dalam negeri.

"Ini sudah berdampak. Karena walaupun Rupiah melemah, yield cenderung turun dalam satu minggu terakhir karena kita beli obligasi ke pasar sekunder," tambah Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Kebijakan pembelian aset tersebut dinilai berhasil menenangkan gejolak pasar dan memicu kembalinya kepercayaan para pemodal. Menurut pantauan kementerian, aliran modal dari investor asing kini telah mengalir masuk kembali ke dalam instrumen keuangan tanah air.

"Kalau kita lihat dampaknya signifikan juga. Investor asing sudah masuk ke pasar sekunder juga sudah masuk ke pasar primer sekarang masuk hampir Rp 2 triliun lebih sudah masuk disitu," terang Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Masuknya dana asing senilai lebih dari Rp2 triliun ke pasar primer dan sekunder ini menjadi indikasi pemulihan minat investasi di Indonesia.

Artikel terkait

Rekomendasi