Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi terjadinya kebocoran anggaran terkait pengadaan 25 ribu unit motor listrik oleh Badan Gizi Nasional (BGN) di Jakarta pada Maret 2026. Insiden ini terjadi akibat adanya celah pada perangkat lunak milik Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) yang meloloskan alokasi dana tersebut meskipun sebelumnya telah ditolak.
Kementerian Keuangan kini telah melakukan perbaikan pada sistem perangkat lunak guna memperketat pengawasan belanja kementerian dan lembaga. Dilansir dari Suara, langkah ini diambil untuk mencegah terulangnya kegagalan sistem dalam menyaring pengadaan yang tidak sesuai dengan kebijakan pusat.
Purbaya menjelaskan bahwa perangkat lunak dari Direktorat Jenderal Anggaran sedang dalam proses pembenahan total agar tidak terjadi insiden serupa di masa mendatang. Ia menegaskan bahwa sebelumnya pihak kementerian telah memberikan penolakan secara resmi terhadap usulan pembelian kendaraan tersebut.
"Itu software dari ditjen anggaran, itu sedang diperbaiki sehingga enggak kebobolan kayak kemarin tuh. Ya kan? Kan kebobolan kan, tahun lalu. Waktu kita sudah menolak beli motor untuk BGN. Jadi sudah saya tolak," katanya dalam konferensi pers APBN KiTa di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Bendahara Negara memastikan bahwa celah yang memungkinkan sistem dilewati sudah berhasil diidentifikasi. Upaya perbaikan sistem dilakukan secara maksimal untuk menjamin keamanan operasional software di DJA.
"Rupanya ada kebocoran dari cara melewati itu sehingga softwarenya, sehingga sempat keluar. Sekarang sudah kita perbaiki dan hal seperti itu akan kita semaksimal mungkin," jelas Purbaya.
Di sisi lain, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayan mengungkapkan bahwa pihaknya telah merealisasikan pengadaan sebanyak 21.801 unit motor listrik. Jumlah tersebut merupakan bagian dari target awal yang ditetapkan sebesar 25.644 unit untuk operasional program prioritas pemerintah.
Menurut Dadan, pengadaan tersebut bertujuan untuk menunjang mobilitas operasional Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Pengadaan motor listrik ini sudah direncanakan dalam anggaran tahun 2025 sebagai bagian dari dukungan operasional Program MBG, khususnya untuk menunjang mobilitas Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi," kata Dadan dalam keterangannya, Kamis (9/4/2026).
Sebagai dampak dari rentetan evaluasi di internal kementerian, Purbaya Yudhi Sadewa telah mengambil tindakan tegas dengan melakukan perombakan struktur organisasi. Purbaya tercatat telah mencopot Luky Alfirman dari jabatannya sebagai Direktur Jenderal Anggaran serta Febrio Kacaribu selaku Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal pada April 2026.