Kemenko Perekonomian Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Lewat Sektor Digital

Kemenko Perekonomian Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Lewat Sektor Digital

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian membidik sektor digital sebagai langkah strategis demi mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen. Strategi ini difokuskan pada penguatan infrastruktur digital yang terintegrasi di seluruh Indonesia.

Deputi Koordinasi Perdagangan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian, Ali Murtopo Simbolon, menyebut Pemerintah bakal gencar dalam pengembangan ekosistem pusat data (data center), kecerdasan buatan (AI), hingga dan keamanan siber (cyber security) melalui kolaborasi erat antara regulator, pelaku industri, dan asosiasi teknologi digital nasional, seperti dikutip dari Suara.

Langkah ini diselaraskan melalui Forum Nasional bertajuk "Indonesia Digital Leap: Akselerasi Ekosistem Data Center, AI & Keamanan Siber untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional" yang menghadirkan lebih dari 200 peserta dari kalangan pemimpin industri, regulator, dan pembuat kebijakan.

Pemerintah menempatkan infrastruktur digital ini sebagai pilar fundamental. Kebijakan tersebut tercantum dalam Peraturan Presiden No. 4/2026 tentang Satuan Tugas Percepatan Pertumbuhan Ekonomi demi mengejar target pertumbuhan 8 persen.

"Infrastruktur digital yang tangguh—data center, AI, dan keamanan siber—adalah fondasi yang akan menopang pertumbuhan ekonomi berkelanjutan Indonesia," ujarnya dalam siaran pers, dikutip Kamis (21/5/2026).

Ali Murtopo Simbolon menjelaskan bahwa Forum Nasional ini digelar untuk merespons kebutuhan mendesak dalam menerjemahkan kebijakan menjadi realitas operasional. Hal ini dilakukan lewat koordinasi aktif antara pemerintah, pemimpin industri, dan asosiasi teknologi.

Agenda tersebut bertujuan menyebarluaskan kebijakan nasional, peta jalan regulasi, serta prioritas investasi infrastruktur digital kepada ekosistem industri yang lebih luas. Selain itu, forum ini diharapkan menghasilkan wawasan konkret dan rekomendasi kebijakan lintas sektor.

Ali menekankan bahwa pemerintah menempatkan transformasi digital sebagai faktor kunci dalam strategi menuju Indonesia Emas 2045 dan pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional 8 persen.

Direktur Kecerdasan Artifisial dan Ekosistem Teknologi Baru, Ditjen Ekosistem Digital Kementerian Komdigi, Aju Widia Sari, turut menyampaikan pandangannya mengenai konektivitas digital. Menurutnya, percepatan pembangunan data center, pengembangan AI, dan penguatan ketahanan siber merupakan fondasi strategis bagi pertumbuhan ekonomi.

"Kolaborasi antara pemerintah, industri, dan asosiasi adalah kunci untuk memastikan Indonesia tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga pelaku aktif dalam ekosistem digital global," tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Rachmad Wibowo, menyoroti pentingnya aspek keamanan siber nasional. Ia menekankan perlunya penyiapan sumber daya manusia, penguatan kolaborasi lintas sektor, serta adopsi teknologi terkini.

Rachmad menilai ancaman siber seperti ransomware, Advanced Persistent Threats (APT), hingga serangan terhadap infrastruktur kritikal terus berkembang tanpa mengenal batas wilayah negara.

Oleh karena itu, Indonesia dinilai membutuhkan pendekatan holistik yang mengintegrasikan kapabilitas deteksi dini, respons insiden yang cepat, serta pembangunan ekosistem keamanan siber yang melibatkan pemerintah, BUMN, swasta, dan akademisi.

“Investasi dalam teknologi Security Operations Center (SOC), threat intelligence sharing, dan pengembangan talenta cybersecurity menjadi prioritas mutlak untuk melindungi kedaulatan digital dan keberlanjutan ekonomi digital Indonesia," paparnya.

Forum Nasional ini sekaligus menandai soft launching resmi dari DTI Series 2026 (Digital Transformation Indonesia Conference & Expo) dan Cyber Resilience & Defense Conference & Expo (CRD-CX) 2026. Rangkaian acara tersebut dijadwalkan berlangsung pada 5-6 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan.

DTI Series 2026 dirancang sebagai platform bisnis B2B terbesar di Indonesia yang akan menghadirkan lebih dari 450 solusi teknologi dari 199 lebih perusahaan. Acara ini juga mencakup 133 lebih sesi konferensi dengan 260 lebih pembicara, serta ditargetkan menarik 13.000 lebih pengunjung.

Eksibisi ini terdiri dari empat sub-event yang berlokasi bersama, meliputi DTI-CX (Digital Transformation Indonesia Conference & Expo), DCTI-CX (Data Center Tech Indonesia), DTI-HR (Human Resource Transformation), dan Cyber Resilience & Defense (CRD-CX).

Keempat platform tersebut akan memfasilitasi diskusi strategis mengenai transformasi digital, infrastruktur data center, keamanan siber, dan transformasi SDM. Selain itu, ajang ini juga menyediakan fasilitas business matching antara penyedia teknologi dan pengambil keputusan enterprise.

Vice President Director PT. Adhouse Clarion Events, Gad Permata, menambahkan bahwa DTI Series dan CRD-CX 2026 berfungsi sebagai platform berkelanjutan untuk dialog kebijakan, transfer pengetahuan, dan akselerasi adopsi teknologi di Indonesia.

“Melalui forum ini, kami ingin memastikan bahwa setiap stakeholder dari regulator hingga technology provider, dari operator infrastruktur hingga end-user enterprise memiliki ruang untuk berkontribusi dalam membangun ekosistem digital yang tangguh, aman, dan berdaya saing global," pungkasnya.

Artikel terkait

Rekomendasi