Kementerian ESDM Pastikan Harga Elpiji Subsidi 3 Kg Tidak Naik

Kementerian ESDM Pastikan Harga Elpiji Subsidi 3 Kg Tidak Naik

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan harga elpiji subsidi 3 kilogram tidak akan mengalami kenaikan di tengah lonjakan harga energi dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada perdagangan Senin (18/5/2026).

Dilansir dari Money, mata uang rupiah ditutup melemah ke level Rp 17.668 per dollar AS pada hari tersebut. Penegasan mengenai kestabilan harga komoditas bersubsidi ini disampaikan langsung oleh otoritas terkait demi menjaga kepastian di masyarakat.

Pemerintah masih berkomitmen dengan keputusan sebelumnya untuk mempertahankan tarif energi yang disubsidi hingga penghujung tahun ini. Kestabilan harga ini tetap dijaga meskipun elpiji merupakan salah satu komoditas energi yang pemenuhannya sangat bergantung pada jalur impor.

Berdasarkan catatan resmi, porsi impor elpiji Indonesia mencapai 80,58 persen dari total kebutuhan nasional pada tahun 2025. Ketergantungan tersebut dilaporkan mengalami peningkatan hingga menyentuh angka 83,97 persen pada Februari 2026.

"Belum ada perubahan. Harga elpiji subsidi tetap enggak ada (perubahan)," ujar Laode Sulaeman, Dirjen Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (18/6/2026).

Kebijakan proteksi harga ini tidak hanya berlaku untuk elpiji, melainkan juga diterapkan pada sektor bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Pihak kementerian menegaskan bahwa acuan yang digunakan masih merujuk pada ketetapan lama yang memproteksi harga hingga akhir tahun.

"Ya kan sudah diumumkan Pak Menteri (ESDM). (Sampai akhir tahun enggak berubah?) Enggak berubah," ucap Laode Sulaeman, Dirjen Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM.

Di sisi lain, fluktuasi harga minyak mentah dunia diakui memberikan dampak langsung terhadap biaya produksi bahan bakar di dalam negeri. Kondisi ini memicu perhatian terhadap penyesuaian harga BBM non-subsidi seperti Pertamax yang hingga kini belum mengalami kenaikan.

"Kayaknya itu saya belum bisa jawab, ya. Ini soalnya posisi grafiknya kan lagi gini. Nanti saya salah jawab," kata Laode Sulaeman, Dirjen Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM menanggapi dinamika grafik harga tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi