Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat penyusunan perencanaan teknis pembangunan Jalan Tol Serpong-Bogor via Parung pada Senin (25/5/2026) guna memperkuat konektivitas di kawasan Jabodetabek. Proyek tol sepanjang 32 kilometer ini menelan investasi Rp12,35 triliun tanpa dukungan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
Penyusunan rencana teknis untuk infrastruktur ini dilaporkan sudah mendekati puncaknya. Proyek pengerjaan jalur bebas hambatan tersebut dilaksanakan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), dilansir dari Detik Finance.
"Progres proyek saat ini masih dalam tahap penyusunan perencanaan teknis, dengan progres mendekati 80%. Kami terus mempercepat proses agar tahapan perencanaan dapat selesai tahun ini," ujar Dody dalam keterangan tertulis, Senin (25/5/2026).
Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur ini ditargetkan berjalan sesuai dengan regulasi baku. Penyerapan investasi sepenuhnya bersumber dari non-APBN melalui pihak swasta dan badan usaha milik negara.
"Progres proyek saat ini masih dalam tahap penyusunan perencanaan teknis, dengan progres mendekati 80%. Kami terus mempercepat proses agar tahapan perencanaan dapat selesai tahun ini," ujar Dody dalam keterangan tertulis, Senin (25/5/2026).
Jalur ini diproyeksikan dapat memangkas durasi perjalanan dari Bogor menuju Tangerang hingga tersisa sekitar 45 menit saja. Secara teknis, proyek ini digarap oleh PT Bogor Serpong Infra Selaras sebagai pihak konsorsium pengembang.
Konsorsium tersebut terdiri atas PT Jasa Marga, PT Adhi Karya, PT Hutama Karya Infrastruktur, dan PT Persada Utama Infra. Pemerintah memberikan masa konsesi pengelolaan jalan tol ini selama 40 tahun kepada pihak konsorsium.
Rancangan infrastruktur ini akan dilengkapi dengan dua junction utama, yakni Junction Salabenda dan Junction Serpong. Selain itu, terdapat tiga simpang susun yang ditempatkan di kawasan Pondok Udik, Putat Nutug, dan Rumpin.
Pembangunan fisik ruas jalan tol ini dibagi ke dalam empat seksi pengerjaan yang berbeda. Seksi I meliputi jalur Salabenda-Pondok Udik sepanjang 3,97 km dan Seksi II menghubungkan Pondok Udik-Putat Nutug sepanjang 9,27 km.
Selanjutnya, Seksi III membentang dari Putat Nutug hingga Rumpin sepanjang 8,23 km. Bagian akhir proyek yaitu Seksi IV menyambungkan wilayah Rumpin menuju Serpong dengan panjang jalan mencapai 10,56 km.