Harga BBM dan LPG Industri Naik Imbas Konflik Geopolitik Global

Harga BBM dan LPG Industri Naik Imbas Konflik Geopolitik Global

Tekanan besar pada pasar energi global akibat konflik geopolitik dan gangguan rantai pasok memicu tren kenaikan harga BBM, LPG, hingga LNG di berbagai negara termasuk Indonesia pada Senin (11/5/2026). Penyesuaian harga ini dipicu oleh terganggunya jalur distribusi strategis seperti Selat Hormuz.

Dilansir dari Detik Finance, harga solar industri nonsubsidi di dalam negeri mengalami lonjakan signifikan berkisar 77-84 persen. Harga tersebut meningkat dari kisaran Rp 14.200-14.500 per liter menjadi sekitar Rp 26.000-27.900 per liter pada Mei 2026.

Sektor gas juga terdampak dengan kenaikan harga LPG industri non subsidi tabung 50 kg sebesar 25-26 persen. Harga per tabung yang sebelumnya sekitar Rp 850 ribu kini melonjak menjadi Rp 1,06 juta menyusul kenaikan harga LPG global berbasis CP Aramco.

Direktur Eksekutif Reforminer Institute Komaidi Notonegoro menegaskan bahwa negara wajib mengamankan kebutuhan energi di tengah ketegangan politik internasional demi menjaga kelangsungan hidup masyarakat.

"Iya energi ini kan kebutuhan. Kalau tidak ada energi maka tidak ada kehidupan. Saat ada krisis maka paling utama diselamatkan ada dua, pertama kebutuhan pangan dan kedua energi. Jadi, kalau ada ketegangan politik, dua hal itu diamankan," ungkap Komaidi.

Komaidi menjelaskan bahwa situasi pasar saat ini sangat dipengaruhi oleh faktor non-fundamental. Penutupan jalur distribusi global memberikan sentimen negatif bagi para konsumen energi dunia.

"Ini yang menjadi perhatian pengguna dan konsumen sehingga harga minyak menjadi tinggi dari seharusnya," sebut Komaidi.

Data internasional menunjukkan lonjakan tajam pada indeks Japan Korea Marker (JKM) sebesar 111 persen dan Japan Customs-Cleared Crude (JCC) sebesar 97 persen sepanjang 2026. Hal ini menyebabkan Indonesian Crude Price (ICP) pada April 2026 meningkat 99 persen dari rencana awal tahun.

Perbandingan Harga Gas Kawasan ASEAN 2026
NegaraSektor/JenisHarga (US$ per MMBtu)
VietnamPasokan LNG27,81
FilipinaPasokan LNG28,50
SingapuraBulk Industri40,12
SingapuraRetail Umum47,54

Komaidi menilai langkah penyesuaian harga energi non subsidi seperti LNG perlu segera dilakukan agar kondisi ekonomi domestik tetap sehat. Rasionalisasi harga dianggap penting untuk mengikuti dinamika harga keekonomian energi global.

Artikel terkait

Rekomendasi