Kesenjangan antara inklusi dan literasi keuangan di Indonesia tercatat melebar menjadi 14,05 persen pada tahun 2025. Data dari Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 ini menunjukkan peningkatan dibandingkan angka 9,59 persen pada tahun 2024.
Kondisi tersebut menandakan bahwa peningkatan akses masyarakat terhadap layanan keuangan seperti perbankan digital, investasi, dan asuransi belum diimbangi dengan pemahaman yang memadai mengenai manfaat, risiko, serta strategi perencanaan finansial jangka panjang, seperti dikutip dari Suara.
Fenomena ini diperkuat oleh hasil FWD Consumer Outlook Survey yang diadakan oleh FWD Group dan Ipsos. Riset tersebut memaparkan bahwa sebanyak 66 persen responden masih merasa stres, khawatir, atau sekadar bertahan secara finansial. Sebaliknya, hanya ada 34 persen masyarakat yang merasa aman dan percaya diri dengan kondisi keuangan mereka.
Situasi ini mendorong masyarakat untuk mencari produk keuangan yang tidak hanya mudah diakses, tetapi juga lebih sederhana untuk dipahami sekaligus mampu mengarahkan perencanaan masa depan secara terstruktur.
Merespons kebutuhan masyarakat, PT FWD Insurance Indonesia (FWD Insurance) menghadirkan Asuransi Jiwa FWD Income Prosperity. Produk perlindungan ini mengintegrasikan manfaat proteksi jiwa dengan manfaat tunai tahunan yang terencana.
Direktur Utama FWD Insurance, Jeffrey Woo, menjelaskan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap asuransi kini telah berkembang. Peran asuransi tidak lagi sebatas perlindungan terhadap risiko, melainkan juga membantu menjaga rasa aman secara finansial.
"Kami memahami bahwa di tengah berbagai perubahan yang terjadi saat ini, banyak masyarakat ingin memiliki masa depan yang lebih tenang dan terarah. Karena itu, kebutuhan akan perlindungan kini tidak hanya soal berjaga-jaga terhadap risiko yang mungkin terjadi, tetapi juga menghadirkan manfaat tunai yang terstruktur serta kepastian dalam perencanaan keuangan," ujar Jeffrey.
Jeffrey menambahkan bahwa produk dengan manfaat yang jelas dan mudah dipahami menjadi semakin relevan di tengah tingginya kebutuhan masyarakat terhadap perencanaan finansial jangka panjang.
Langkah perencanaan ini juga mendapat tanggapan dari public figure, Agatha Suci. Menurutnya, produk perlindungan dengan manfaat yang lebih terstruktur sangat membantu masyarakat, terutama bagi keluarga muda, dalam merencanakan keuangan secara lebih tenang.
"Merencanakan perlindungan bagi keluarga terasa lebih mudah dengan adanya produk asuransi jiwa yang memiliki manfaat yang terstruktur. Ini membantu saya untuk lebih fokus pada keluarga," kata Agatha.
Melalui ketersediaan solusi yang tepat, Jeffrey meyakini bahwa masyarakat dapat menjalani kehidupan dengan tingkat ketenangan dan kepercayaan diri yang lebih baik.