Kemitraan ekonomi antara Indonesia dan Prancis semakin diperkuat melalui pembentukan Dewan Bisnis Tingkat Tinggi. Sinergi ini mempertemukan para pemimpin industri dari kedua negara dengan akumulasi kapitalisasi pasar mencapai US$ 1,3 triliun.
Peluncuran forum strategis ini disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Langkah tersebut menjadi tonggak sejarah baru bagi penguatan investasi bilateral.
Dilansir dari Detik Finance, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM yang juga CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengonfirmasi adanya kesepakatan bernilai besar dari hasil pertemuan tersebut.
"Disaksikan Bapak Presiden Prabowo dan Presiden Emmanuel Macron, forum ini mempertemukan pemimpin industri dengan kapitalisasi pasar gabungan US$ 1,3 triliun. Pertemuan ini menghasilkan 4 kesepakatan komersial baru senilai US$ 3,5 miliar," sebut Rosan.
Sektor-sektor yang menjadi fokus utama dalam kesepakatan dagang baru ini meliputi ketahanan energi, perdagangan, serta kolaborasi di bidang pertahanan. Kerja sama ini ditujukan untuk mengakomodasi kepentingan jangka panjang kedua belah negara.
Selain agenda dewan bisnis, penjajakan investasi juga dilakukan dengan sejumlah pimpinan korporasi global saat berada di Paris. Beberapa entitas besar yang terlibat dalam dialog intensif ini di antaranya adalah Amundi, Eramet, dan JCDecaux.
Topik yang diangkat dalam pertemuan tersebut cukup beragam. Pembahasan mencakup pengelolaan aset dan investasi, akselerasi hilirisasi industri strategis, hingga pengembangan inovasi infrastruktur kawasan perkotaan.
"Di Paris, kami berdiskusi dengan perusahaan global terkemuka di berbagai sektor, mulai dari investasi dan pengelolaan aset, pengembangan industri strategis dan hilirisasi, hingga inovasi infrastruktur perkotaan. Beberapa di antaranya adalah Amundi, Eramet, dan JCDecaux," ujar Rosan lewat unggahan Instagram @rosanroeslani, dikutip Senin (1/6/2026).
Rosan menekankan bahwa pembangunan kemitraan berskala global memerlukan dialog yang berkelanjutan dan konsisten. Dewan bisnis ini dirancang khusus demi memastikan seluruh komitmen investasi dapat terealisasi secara efektif dan cepat.
Hubungan ekonomi kedua negara sebelumnya telah mencatat pertumbuhan signifikan lewat kunjungan kenegaraan Emmanuel Macron ke Indonesia pada Mei 2025. Kunjungan tersebut menghasilkan 27 nota kesepahaman (MoU) dengan nilai menembus US$ 11 miliar.
Melalui penguatan wadah kerja sama yang baru dibentuk ini, Indonesia dan Prancis memasang target ambisius dalam bidang perdagangan. Kedua negara berkomitmen meningkatkan nilai total perdagangan hingga tiga kali lipat pada tahun 2035.