Ketegangan AS Iran Picu Lonjakan Harga Minyak Brent Dunia

Ketegangan AS Iran Picu Lonjakan Harga Minyak Brent Dunia

Gejolak baru melanda pasar energi global setelah ketegangan geopolitik dipicu oleh pernyataan keras Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai kebuntuan kesepakatan damai dengan Iran.

Lonjakan tajam terjadi pada penutupan perdagangan Jumat (15/5), dengan harga minyak mentah Brent naik menjadi US$ 108,25 per barel dan kontrak berjangka West Texas Intermediate untuk pengiriman Juni terkerek ke level US$ 103,76 per barel, dilansir dari Suara.

Kenaikan harga yang melebihi 2 persen ini dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap potensi ancaman serangan serta penerapan tarif sepihak di kawasan Selat Hormuz.

Kondisi pasar memanas setelah Trump menyampaikan rasa frustrasinya dalam wawancara dengan Fox News pada Kamis (14/5) malam waktu setempat akibat tidak adanya titik terang dalam konflik tersebut.

"I do not want to be patient anymore. They have to make a deal," tegas Trump, Presiden Amerika Serikat.

Lebih lanjut, pemimpin Amerika Serikat tersebut menyatakan telah memperoleh dukungan dari Presiden China Xi Jinping mengenai situasi jalur pasokan energi dunia itu.

"The President of China does not like the fact that Iran is charging a toll to the ships passing through Hormuz," tambah Trump, Presiden Amerika Serikat.

Pihak Amerika Serikat melalui Menteri Keuangan Scott Bessent turut mengonfirmasi pergerakan diplomasi China di balik layar karena stabilitas Selat Hormuz sangat krusial bagi pasokan energi Beijing.

Kendati demikian, Kementerian Luar Negeri China memilih untuk bersikap diplomatis di depan publik dan memperingatkan bahwa opsi militer hanya akan menemui jalan buntu.

"Finding a way to resolve this situation as soon as possible is in the interest of not only the US and Iran, but also regional countries and the entire world," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri China.

Artikel terkait

Rekomendasi