Ketegangan Timur Tengah Tekan IHSG ke Level 5.342

Ketegangan Timur Tengah Tekan IHSG ke Level 5.342

Kombinasi sentimen negatif domestik dan global menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia hingga ditutup anjlok 4,52 persen atau 252,63 poin ke level 5.342,14 pada perdagangan Senin (8/6/2026).

Kemerosotan tajam ini juga diikuti oleh indeks kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 yang merosot sebesar 30,67 poin atau 5,50 persen dan tertahan di posisi 527,08.

Faktor penurunan ini dipicu oleh aksi jual yang masif dari para pelaku pasar akibat akumulasi sentimen dari dalam maupun luar negeri.

"Tekanan jual berlanjut akibat faktor negatif dari global dan domestik," ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim, dalam kajiannya di Jakarta, Senin.

Ratna menjelaskan bahwa hilangnya kepercayaan investor menjadi pemicu dari dalam negeri, sementara saling serang antara Iran dan Israel yang mengancam gencatan senjata menjadi sentimen penekan dari global.

Konflik geopolitik tersebut mendorong lonjakan harga minyak mentah di atas empat persen, memicu kekhawatiran kelanjutan inflasi, memperlebar potensi defisit APBN 2026, serta memicu ekspektasi sikap hawkish bank sentral AS sepanjang sisa tahun.

"Potensi penurunan IHSG lebih lanjut masih berpeluang terbuka secara teknikal. Selanjutnya diperkirakan IHSG berpotensi akan menguji level 5.100," ujar Ratna.

Bursa saham Asia secara umum ikut melemah mengekor kejatuhan bursa Wall Street AS yang dipengaruhi ketegangan Timur Tengah serta koreksi massal saham sektor teknologi.

Data Bursa Efek Indonesia mencatat seluruh atau 11 sektor saham IDX-IC melemah dengan penurunan terdalam di sektor infrastruktur sebesar 6,47 persen, disusul sektor industri sbesar 6,00 persen, dan sektor transportasi & logistik sebesar 5,43 persen.

Saham-saham yang menjadi penguat terbesar (top gainers) adalah GRIA, FORU, ASPR, TPIA, dan PSDN, sedangkan pelemahan terdalam (top losers) menimpa saham ENAK, PTSN, GPSO, TNCA, dan ANJT.

Frekuensi perdagangan saham pada hari tersebut menyentuh 2.215.560 kali transaksi dengan volume 32,52 miliar lembar saham senilai Rp21,74 triliun, di mana 78 saham menguat, 661 saham melemah, dan 771 saham bergerak stagnan.

Di wilayah regional Asia, Indeks Nikkei melemah 3,74 persen ke 64.096,00, indeks Shanghai turun 1,70 persen ke 3.959,34, indeks Hang Seng terpangkas 1,22 persen ke 24.657,06, dan indeks Straits Times tergerus 1,65 persen ke 4.963,67.

Artikel terkait

Rekomendasi