Ketidakpastian global yang memicu kehati-hatian investor berhasil mendorong penguatan indeks dolar Amerika Serikat (AS) bersamaan dengan mata uang safe haven seperti yen Jepang dan franc Swiss pada Rabu (27/5/2026).
Pergerakan pasar menunjukkan indeks dolar AS berada di posisi 99,076 pada pukul 16.35 WIB, seperti dilansir dari Investasi. Pada saat yang sama, yen Jepang menguat 0,17 persen dalam sebulan ke level 159,35 per dolar AS, sementara franc Swiss naik sekitar 0,44 persen menjadi 0,785 per dolar AS.
Kondisi pasar ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor penentu, mulai dari arah kebijakan suku bunga di AS, situasi ekonomi dunia, hingga fluktuasi harga minyak mentah global.
βYen memang masih cenderung lemah dan akan terus tertekan oleh prospek suku bunga. DXY sendiri rebound hari ini walaupun belum signifikan,β ujar Lukman Leong, Chief Analyst Doo Financial Futures.
Tekanan pada yen Jepang dipicu oleh melebarnya selisih suku bunga antara Jepang dan AS yang membuat aset berdenominasi dolar AS lebih memikat. Akibatnya, mata uang Jepang tersebut sudah melemah sekitar 10 persen secara tahunan, meskipun peluang menguat tetap ada saat pasar memasuki fase menghindari risiko.
βCHF walaupun memang merupakan safe haven pilihan investor, namun kebijakan bank sentral Swiss (SNB) sendiri tidak begitu mendukung. Pejabat SNB telah berulang kali mengisyaratkan kemungkinan melemahkan CHF jika nilainya terlalu kuat,β jelas Lukman Leong, Chief Analyst Doo Financial Futures.
Kendati demikian, fundamental ekonomi Swiss yang solid dinilai tetap menjaga stabilitas franc Swiss sebagai instrumen lindung nilai. Peluang penguatan dolar AS juga masih terbuka lebar apabila tingkat suku bunga di negara tersebut tetap bertahan tinggi.
Permintaan terhadap aset-aset aman ini berpotensi semakin melonjak jika konflik di Timur Tengah terus berlanjut hingga menyebabkan penutupan Selat Hormuz. Berdasarkan proyeksi, indeks dolar AS akan bergerak di rentang 98β100, USD/JPY di level 155β160, dan USD/CHF pada kisaran 0,7800β0,7900 hingga akhir semester I 2026.