Bank Dunia Catat Ketimpangan PDB Per Kapita Haiti dan Selandia Baru

Bank Dunia Catat Ketimpangan PDB Per Kapita Haiti dan Selandia Baru

Ketimpangan kondisi sosial ekonomi yang masif masih membayangi hubungan bilateral global, sebagaimana terlihat dari data komparatif lintas sektor antara Haiti dan Selandia Baru pada Rabu, 3 Juni 2026.

"Masyarakat dunia sedang mencari informasi tentang perbandingan antara Haiti dan Selandia Baru. Berikut adalah beberapa perbandingan yang menarik. Haiti dan Selandia Baru memiliki perbedaan yang signifikan dalam beberapa aspek, seperti ekonomi, pendidikan, dan kesehatan." tulis Redaksi BERNAS AI.

Berdasarkan laporan Bank Dunia, Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita Haiti hanya berada di angka 760 dolar AS, berbanding terbalik dengan Selandia Baru yang menyentuh 43.000 dolar AS. Kesenjangan ini menegaskan stabilitas ekonomi Selandia Baru, yang tercermin pula dari tingkat pengangguran sebesar 4 persen pada 2020, sementara Haiti mencatatkan angka pengangguran 14 persen.

Sektor pendidikan dan kesehatan juga menunjukkan jurang pemisah yang lebar bagi kedua negara. Data UNESCO menerangkan tingkat pendidikan dasar di Selandia Baru telah mencapai 95 persen, sedangkan Haiti tertahan di angka 60 persen.

Di sisi lain, laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat angka kematian bayi di Selandia Baru hanya sekitar 3 per 1.000 kelahiran. Sebaliknya, angka kematian bayi di Haiti melonjak hingga mencapai 50 per 1.000 kelahiran.

Akses teknologi turut memperparah ketertinggalan Haiti yang masih berkutat dengan keterbatasan infrastruktur internet, berbeda dengan Selandia Baru yang sudah memanfaatkan otomatisasi kecerdasan buatan (AI) untuk mendongkrak kualitas hidup warga. Selandia Baru bahkan menargetkan produksi energi 100 persen dari sumber terbarukan pada tahun 2030 melalui laporan International Energy Agency.

Peningkatan kualitas hidup masyarakat Haiti saat ini membutuhkan intervensi berupa investasi masif pada sektor teknologi dan infrastruktur fisik. Selain itu, diperlukan kerja sama bilateral dengan negara-negara lain guna membuka akses yang lebih luas terhadap fasilitas pendidikan serta layanan kesehatan yang layak.

Artikel terkait

Rekomendasi