Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan adanya perbaikan signifikan dalam kesenjangan antara laki-laki dan perempuan di Indonesia sepanjang tahun 2025. Perkembangan positif ini ditandai dengan penurunan angka Indeks Ketimpangan Gender (IKG) yang dirilis secara resmi pada Selasa (5/5/2026).
Kualitas kesetaraan gender nasional terlihat dari nilai IKG yang menyentuh angka 0,402 pada tahun lalu. Pencapaian tersebut menunjukkan tren perbaikan dibandingkan realisasi pada 2024 yang tercatat di level 0,421, sebagaimana dilansir dari Ekonomi.
Lembaga negara tersebut memaparkan bahwa meskipun perbedaan indikator pembentuk indeks masih ditemukan, namun arah kebijakan secara umum telah menuju perbaikan. Penurunan poin ini mengindikasikan semakin sempitnya jarak antara kedua gender dalam berbagai dimensi pembangunan.
"Nilai Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Indonesia 2025 tercatat sebesar 0,402, membaik 0,019 poin dibandingkan tahun sebelumnya," demikian tertulis pada berita resmi statistik BPS.
Sektor kesehatan reproduksi menjadi salah satu faktor utama yang mendorong penguatan nilai IKG tersebut. Penurunan proporsi perempuan usia 15–49 tahun yang melahirkan di luar fasilitas kesehatan (MTF) tercatat turun dari 0,094 menjadi 0,077 pada 2025.
Selain itu, perbaikan juga tampak dari indikator perempuan yang melahirkan anak pertama di bawah usia 20 tahun yang kini berada di angka 0,235. Pada dimensi pemberdayaan, porsi perempuan dengan pendidikan minimal SMA meningkat menjadi 38,35 persen.
Namun, catatan kritis muncul pada aspek politik di mana keterwakilan perempuan di lembaga legislatif mengalami penyusutan. Angka keterwakilan tersebut turun menjadi 22,28 persen dari posisi tahun sebelumnya yang mencapai 22,46 persen.
Pada sektor ekonomi, partisipasi perempuan dalam dunia kerja justru menunjukkan tren penguatan yang konsisten. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan naik menjadi 56,63 persen, sementara TPAK laki-laki mengalami penurunan tipis ke level 84,40 persen.
Secara kumulatif sejak tahun 2020, nilai IKG Indonesia terus menunjukkan tren penurunan dari angka 0,472. Laju perbaikan paling pesat tercatat pada transisi periode 2023 ke 2024 dengan pengurangan sebesar 0,026 poin sebelum akhirnya melambat pada periode laporan terbaru.