Ketua RT 11 RW 7 Gandaria Utara, Jakarta Selatan, Imam Busori atau Ibas, meluncurkan inovasi ekonomi berupa marketplace RT 11 Mart berbasis Android pada Kamis (14/5/2026). Platform yang direncanakan hadir di Play Store ini bertujuan memperkuat sektor ekonomi pelaku UMKM di lingkungan warga setempat.
Sebagaimana dilansir dari Megapolitan, peluncuran marketplace tersebut menjadi kelanjutan dari berbagai terobosan keamanan digital yang sebelumnya telah diterapkan di wilayah itu. Kehadiran wadah pemasaran ini diproyeksikan membuka peluang pendapatan tambahan bagi warga yang memiliki usaha kecil.
"Jadi setidaknya kan banyak yang jualannya kecil-kecil, meskipun mereka sudah kerja sama dengan marketplace lain, siapa tahu kan ada yang kecantol dari kita, lumayan lah, balik lagi uang penghasilan," kata Ibas, Ketua RT 11 RW 7 Gandaria Utara.
Skema bisnis dalam aplikasi ini menetapkan harga jual produk sesuai harga modal, namun ditambah biaya kurir serta kontribusi sosial untuk lingkungan. Pendapatan yang terkumpul dari sistem tersebut akan dikelola kembali sebagai dana operasional untuk mendukung berbagai kegiatan warga di masa mendatang.
"Nanti kalau sudah ada penambahan, baru nanti bisa kita inovasi lagi, dari dana itu, di-backup juga dari dana operasional," kata Ibas.
Pengembangan usaha di lingkungan tersebut juga mencakup layanan jasa seperti penyewaan tenda dan wedding organizer guna menekan angka pengangguran. Ibas menegaskan bahwa orientasi utama dari unit usaha ini adalah penyerapan tenaga kerja lokal yang tidak memiliki pekerjaan tetap.
"Nah setidaknya nanti itu bisa menyerap tenaga kerja juga. Kita akan punya misi juga, usaha yang bisa membantu masyarakat," kata Ibas.
Selain inovasi digital, pihak RT sedang menyiapkan program bank sampah untuk mendukung sistem ekonomi sirkular. Warga didorong memilah sampah anorganik seperti botol dan kaleng agar memiliki nilai ekonomi yang dapat disumbangkan kembali untuk kepentingan masyarakat melalui Satkamling.
"Atau yang habis beli nih, ditaruh, saya taruh di Satkamling, nanti saya pisahkan, nah ini sampah untuk sedekah (ke lingkungan) jadi ada kontribusinya buat pendapatan, muter saja, balik lagi juga untuk masyarakat," kata Ibas.
Sebelum fokus pada penguatan ekonomi, wilayah RT 11 RW 7 Gandaria Utara telah menerapkan sistem keamanan gerbang akses digital untuk mencegah pencurian kendaraan bermotor. Warga menggunakan kartu tap khusus untuk mengakses gerbang yang ditutup setiap pukul 00.00 WIB hingga 06.30 WIB.
Program keamanan tersebut diperkuat dengan pembagian perangkat GPS pelacak lokasi seharga Rp350.000 hingga Rp400.000 untuk satu kendaraan per kepala keluarga. Terakhir, lingkungan ini juga dilengkapi fitur panic button dan toa suara malam di enam titik yang terintegrasi dalam sistem bernama Si Jaga Warga.