Senat Amerika Serikat resmi mengonfirmasi Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve (The Fed) baru pada Rabu (13/5/2026) guna menggantikan Jerome Powell. Pelantikan ini dilakukan saat bank sentral menghadapi tekanan inflasi tinggi dan lonjakan harga minyak global akibat konflik di Iran.
Dilansir dari Sosok, penunjukan Warsh terjadi bertepatan dengan berakhirnya masa jabatan Powell pada pekan ini. Saat ini, suku bunga acuan Amerika Serikat bertahan pada level 3,50% hingga 3,75% di tengah spekulasi pasar mengenai potensi kenaikan bunga di akhir tahun.
Kevin Warsh yang kini berusia 56 tahun memiliki rekam jejak panjang di sektor keuangan, termasuk menjadi gubernur termuda The Fed pada usia 35 tahun. Pengalaman profesionalnya mencakup posisi di National Economic Council serta divisi merger dan akuisisi di Morgan Stanley.
Namanya mulai dikenal publik secara luas ketika membantu Ben Bernanke merancang stabilisasi pasar selama krisis finansial global tahun 2008-2009. Kedekatan hubungan dengan Wall Street membuatnya mendapatkan julukan sebagai informan kunci bagi pasar keuangan di lingkungan bank sentral.
Dalam ranah pribadi, Warsh merupakan suami dari Jane Lauder yang merupakan pewaris perusahaan kosmetik global Estee Lauder. Selain aktif di Hoover Institution, ia juga bekerja mengelola aset miliaran dolar bersama investor ternama Stanley Druckenmiller.
Setelah mendapatkan konfirmasi jabatan tersebut, Kevin Warsh mengutarakan visinya untuk melakukan pembaruan besar-besaran dalam struktur kepemimpinan organisasi bank sentral tersebut.
"perubahan rezim" ungkap Kevin Warsh, Ketua The Fed.
Warsh berencana meningkatkan kolaborasi dengan Departemen Keuangan AS dan pemerintahan Presiden Donald Trump, khususnya pada aspek kebijakan non-moneter. Ia juga menyuarakan kritik terhadap metode pengambilan keputusan bank sentral yang dinilai terlalu terpaku pada data historis.
Pimpinan baru ini tetap menjamin bahwa institusi yang dipimpinnya akan menjaga otonomi penuh dari intervensi luar dalam menentukan arah kebijakan ekonomi negara. Perbandingan antara Kevin Warsh dan Jerome Powell dapat dilihat melalui data berikut:
| Aspek | Kevin Warsh | Jerome Powell |
|---|---|---|
| Jabatan | Ketua baru The Fed (2026) | Ketua The Fed periode sebelumnya |
| Latar Belakang | Pengacara, bankir investasi, eks Morgan Stanley | Pengacara dan investor |
| Pengalaman di The Fed | Gubernur Fed 2006-2011 | Ketua Fed sejak 2018 |
| Citra di Pasar | Dekat dengan Wall Street dan investor besar | Lebih dikenal sebagai teknokrat bank sentral |
| Sikap terhadap Inflasi | Cenderung hawkish | Agresif menaikkan suku bunga pasca lonjakan inflasi 2022-2024 |
| Pandangan soal Suku Bunga | Mendukung peluang bunga lebih rendah | Menjaga suku bunga tinggi lebih lama untuk tekan inflasi |
| Pendekatan Balance Sheet | Ingin neraca The Fed lebih kecil | Menggunakan pembelian aset besar saat krisis |
| Pandangan soal AI | AI dinilai bisa membantu menekan inflasi | Belum terlalu vokal menjadikan AI sebagai faktor kebijakan |
| Hubungan dengan Donald Trump | Dipandang lebih sejalan dengan Trump | Sering dikritik Trump soal suku bunga |
| Fokus Reformasi | Ingin “perubahan rezim” di The Fed | Fokus menjaga stabilitas ekonomi dan inflasi |
| Pendekatan Komunikasi | Mengkritik forward guidance The Fed | Aktif menggunakan panduan arah kebijakan ke pasar |
| Tantangan Utama | Inflasi, harga minyak, tekanan politik | Pemulihan pasca pandemi dan lonjakan inflasi global |
Masuknya Kevin Warsh diprediksi akan membawa gaya kepemimpinan yang lebih agresif dalam reformasi internal dan pengelolaan neraca keuangan. Sosoknya dianggap lebih sejalan dengan preferensi kebijakan ekonomi yang diinginkan oleh Presiden Donald Trump.