Kevin Warsh Resmi Menjadi Gubernur The Fed ke-17 Usai Disahkan Senat

Kevin Warsh Resmi Menjadi Gubernur The Fed ke-17 Usai Disahkan Senat

Kevin Warsh telah resmi disahkan oleh Senat menjadi Gubernur Federal Reserve atau The Fed yang ke-17. Seperti dikutip dari Money, ketua baru bank sentral Amerika Serikat (AS) ini langsung dihadapkan pada tekanan politik dari Presiden AS Donald Trump.

Selain tekanan politik, bank sentral AS kini tengah menghadapi guncangan ekonomi akibat ketegangan geopolitik. Situasi tersebut berdampak pada mendorongnya tingkat inflasi menjadi lebih tinggi.

Pria berusia 56 tahun ini menggantikan Jerome Powell yang telah menyelesaikan masa jabatannya selama delapan tahun. Powell tercatat telah melewati beberapa krisis ekonomi dan perselisihan dengan Gedung Putih demi menjaga independensi bank sentral.

Pengesahan Warsh dilakukan melalui pemungutan suara dengan hasil 54-45 yang terpecah berdasarkan garis partai. Senator Demokrat John Fetterman dari Pennsylvania menjadi satu-satunya yang membelot untuk mendukung Kevin Warsh.

Hasil pemungutan suara ini tercatat sebagai yang paling partisan untuk calon ketua The Fed dalam sejarah. Peristiwa ini juga memperlihatkan ketidaknyamanan Demokrat terhadap sikap Trump kepada The Fed, meskipun Partai Republik menyambut baik kepemimpinan Warsh.

Warsh dipandang memiliki pandangan yang sejalan dengan Trump yang menginginkan penurunan suku bunga. Namun, ia harus menjabat di tengah tekanan inflasi yang meningkat akibat konflik bersenjata antara AS-Israel dengan Iran.

Berdasarkan Indeks Harga Konsumen terbaru, tingkat inflasi AS melonjak ke level tertinggi dalam tiga tahun pada bulan April dan melampaui pertumbuhan upah. Guncangan di sektor energi turut mempersulit rencana penurunan suku bunga dalam waktu dekat.

Para investor memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga acuan hingga akhir tahun atau bahkan menaikkannya jika inflasi memburuk. Prospek ini berpotensi membuat Trump frustrasi dan melampiaskan kemarahan kepada Warsh.

Trump bahkan sempat bercanda pada awal tahun ini bahwa ia akan menuntut Warsh jika tidak menurunkan suku bunga. Kendati demikian, Ketua Fed hanya memegang satu suara di Federal Open Market Committee (FOMC).

Warsh memiliki wewenang untuk mengendalikan agenda di setiap pertemuan, tetapi ia tidak mempunyai kekuasaan sepihak atas keputusan mayoritas komite. Saat ini, terdapat faksi pembuat kebijakan dengan kekuatan suara yang mengkhawatirkan inflasi secara serius.

Kepemimpinan Warsh di bank sentral AS diperkirakan akan membawa sejumlah perubahan signifikan. Ia telah mengisyaratkan rencana untuk memangkas ukuran neraca keuangan The Fed yang saat ini mencapai 6,7 triliun dollar AS.

Warsh diproyeksikan akan melakukan koordinasi yang lebih erat dengan Departemen Keuangan mengenai pengelolaan neraca tersebut. Selain itu, ia berencana mengurangi jumlah pertemuan kebijakan tahunan dari delapan menjadi hanya empat kali.

Langkah efisiensi lain yang diusulkan mencakup pengurangan intensitas konferensi pers dan pemangkasan jumlah karyawan The Fed yang berbasis di Washington. Di sisi lain, Warsh belum memberikan petunjuk jelas mengenai arah pergerakan suku bunga.

Analis dari JPMorgan menilai bahwa seluruh rencana perubahan tersebut masih berada dalam cakupan wewenang resmi Warsh sebagai ketua. Namun, kebijakan pengurangan neraca keuangan diprediksi akan menjadi tantangan paling berat.

Warsh berpendapat bahwa The Fed harus mengecilkan neraca keuangan untuk mengurangi pengaruhnya di pasar finansial. Hal ini bertujuan agar bankir sentral fokus menggunakan instrumen tradisional seperti suku bunga acuan untuk mengatasi inflasi dan pengangguran.

Sebelumnya, setelah Krisis Keuangan Besar dan masa pandemi, The Fed menerapkan kebijakan pelonggaran kuantitatif. Langkah tersebut dilakukan dengan membeli aset senilai jutaan dollar AS seperti obligasi pemerintah untuk menyokong perekonomian.

Jadwal Pertemuan Perdana dan Status Jerome Powell

Pertemuan pertama Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed dijadwalkan berlangsung pada 16-17 Juni 2026. Sementara itu, mantan Ketua Fed Jerome Powell akan tetap menjabat sebagai gubernur untuk sementara waktu.

Dalam konferensi pers terakhirnya bulan lalu, Powell menyampaikan ucapan selamat kepada Warsh. Powell menyatakan akan memberikan dukungan penuh dan memilih mundur dari sorotan demi memberikan ruang kepemimpinan bagi kepala yang baru.

Mantan ketua The Fed biasanya mengundurkan diri sepenuhnya dari dewan setelah masa jabatannya berakhir. Namun, Powell memilih bertahan untuk memastikan penyelidikan terkait pembengkakan biaya renovasi kantor pusat The Fed selesai sepenuhnya.

Satu-satunya mantan ketua yang pernah mengambil langkah serupa adalah Marriner Eccles pada tahun 1948 yang tetap berada di dewan selama beberapa tahun. Sebelumnya, Powell diperiksa oleh Departemen Keuangan terkait pembengkakan biaya renovasi tersebut.

Penyelidikan dari Departemen Kehakiman sempat memicu kekhawatiran adanya upaya dari pemerintahan Trump untuk melemahkan independensi bank sentral. Independensi ini krusial dalam menetapkan kebijakan suku bunga bagi negara dengan ekonomi terbesar di dunia.

Penyelidikan yang dipimpin oleh Jaksa AS Distrik Columbia, Jeanine Pirro, saat ini telah dihentikan. Namun, Pirro menyatakan membuka peluang untuk membuka kembali kasus ini jika inspektur jenderal pemerintah federal menemukan bukti pelanggaran tugas.

Artikel terkait

Rekomendasi