Kiai di Pati Diduga Cabuli Santriwati dengan Ancaman Putus Sanad

Kiai di Pati Diduga Cabuli Santriwati dengan Ancaman Putus Sanad

Seorang pengasuh pondok pesantren di Pati berinisial Ashari diduga melakukan aksi pencabulan terhadap santriwatinya melalui manipulasi psikologis dan ancaman spiritual pada Senin, 11 Mei 2026. Tersangka memanfaatkan kedudukannya sebagai otoritas tertinggi agama untuk membungkam korban dengan ancaman putus silsilah keilmuan atau sanad.

Modus operandi yang dijalankan tersangka terungkap setelah salah satu korban berinisial Tari memberanikan diri bersuara, sebagaimana dilansir dari Suara. Berdasarkan pengakuannya, tersangka kerap memerintahkan para santriwati untuk datang ke kamarnya dengan alasan meminta pijat sebelum melancarkan aksi bejat tersebut.

Tari menjelaskan bahwa ketakutan terbesar para korban bukan hanya pada ancaman fisik, melainkan doktrin terputusnya sanad ilmu yang dalam tradisi pesantren dianggap sebagai kegagalan fatal bagi pencari ilmu. Tekanan ini membuat banyak santriwati tidak berdaya untuk menolak perintah tersangka saat dipanggil ke ruang pribadinya.

Guna melindungi diri dari potensi bahaya yang lebih besar, Tari mengaku selalu berupaya mempertahankan kesadarannya meski dipaksa menemani tersangka di dalam kamar. Ia secara konsisten berpura-pura tidur agar bisa segera bereaksi jika situasi di dalam ruangan tersebut berubah menjadi semakin mengancam.

"Biasanya aku nggak pernah tidur beneran, nggak pernah, cuma merem aja gitu. Kadang cuma dilihatin video ceramah-ceramah gitu aja. Kalau biasanya ya udah diam aja gitu" ucap Tari, Korban.

Kesaksian Tari juga mengungkap peristiwa saat ia dikunci dari luar oleh Ashari di sebuah kamar setelah menjalani siasat pura-pura tidur di atas ranjang. Dalam kondisi terperangkap sendirian, ia mendengar suara-suara yang mengindikasikan adanya tindakan asusila yang dilakukan tersangka di kamar sebelah.

Artikel terkait

Rekomendasi