Emiten LQ45 dan BUMN20 Catat Pertumbuhan Laba Kuartal I 2026

Emiten LQ45 dan BUMN20 Catat Pertumbuhan Laba Kuartal I 2026

Sejumlah emiten yang tergabung dalam indeks LQ45 dan IDX BUMN20 membukukan kinerja keuangan positif pada kuartal pertama 2026 di tengah fluktuasi tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Data Bursa Efek Indonesia hingga Minggu (10/5/2026) menunjukkan fundamental kuat pada perusahaan berkapitalisasi besar menjadi penopang pasar saat menghadapi gejolak global.

Indeks IDX BUMN20 mencatatkan ketahanan yang lebih baik dengan koreksi sebesar 8,81 persen sejak awal tahun hingga 4 Mei 2026. Penurunan ini lebih terbatas dibandingkan pelemahan IHSG sebesar 19,37 persen maupun indeks LQ45 yang mengalami kontraksi hingga 20,32 persen pada periode yang sama.

Sektor perbankan dan energi menjadi motor utama pertumbuhan, di mana 13 dari 18 emiten BUMN berhasil menaikkan laba bersih mereka. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) memimpin dengan lonjakan laba 104,81 persen menjadi Rp801,79 miliar, diikuti Aneka Tambang yang meraih Rp3,40 triliun atau naik 59,85 persen.

Head of Research KISI Sekuritas, Muhammad Wafi, menilai pencapaian tersebut memberikan sinyal positif bagi pelaku pasar modal. Meski demikian, investor diingatkan untuk tetap memperhatikan keberlanjutan pertumbuhan tersebut pada periode berikutnya.

"Perlu konfirmasi lanjutan di kuartal dua dan tiga apakah pertumbuhan ini berkelanjutan atau hanya low-base effect. Apalagi beberapa sektor seperti semen dan konstruksi masih tertekan," ujar Muhammad Wafi.

Wafi menambahkan bahwa valuasi saham perbankan besar saat ini masih berada pada level wajar cenderung murah setelah koreksi harga. Ia menyarankan fokus pada emiten dengan neraca keuangan yang sehat dan visibilitas laba yang jelas.

"Prioritaskan emiten yang punya visibilitas laba kuat, balance sheet sehat dan katalis jelas. Secara praktis, overweight di perbankan besar dan komoditas yang arus kas kuat, sambil selektif di sektor lain," kata Muhammad Wafi.

Di sisi lain, Associate Director BUMN Research Group LM FEB UI, Toto Pranoto, menyoroti adanya peningkatan dividen BUMN yang mencapai Rp140 triliun pada 2025. Namun, ia mencatat bahwa distribusi laba masih didominasi oleh segelintir perusahaan besar.

"Situasi pareto belum menunjukkan perubahan signifikan," ujar Toto Pranoto.

Transformasi tata kelola melalui Danantara Indonesia diharapkan dapat memperkuat efisiensi perusahaan negara ke depannya. COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menyatakan kebijakan dividen akan disesuaikan dengan rencana investasi masing-masing holding.

"Sekarang kami lihat saja berapa kebutuhan dari dua holding tersebut. Kebutuhannya belum terlihat karena RKAP lagi disusun. Selesai RKAP nanti baru kelihatan kebutuhannya," tutur Toto Pranoto.

Daftar Laba Bersih Emiten Perbankan BUMN Kuartal I 2026
EmitenLaba Bersih (Rp)Pertumbuhan (YoY)
Bank Rakyat Indonesia (BBRI)15,49 Triliun13,74%
Bank Mandiri (BMRI)15,38 Triliun16,57%
Bank Negara Indonesia (BBNI)-5,21%
Bank Tabungan Negara (BBTN)-22,60%

Danantara menargetkan total laba seluruh BUMN dapat menyentuh angka Rp350 triliun pada tahun 2026. Target ini diupayakan melalui penyederhanaan jumlah entitas dari 1.000 perusahaan menjadi 300 perusahaan guna meningkatkan produktivitas.

Artikel terkait

Rekomendasi