PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) menunjukkan ketahanan finansial di tengah transisi operasional yang sedang berlangsung. Dilansir dari Market, perusahaan berhasil mengantongi pendapatan senilai US$86,3 juta sepanjang kuartal I/2026.
Capaian tersebut mencerminkan pertumbuhan sebesar 20,6 persen secara tahunan (YoY). Performa ini membuktikan bahwa strategi transformasi bisnis yang dijalankan tidak mengganggu stabilitas operasional maupun finansial entitas tersebut secara keseluruhan.
Sektor pengelolaan limbah muncul sebagai kekuatan baru dengan memberikan kontribusi sebesar 60 persen terhadap total pendapatan konsolidasi. Nilai sumbangsihnya bahkan mencapai 93 persen dari total EBITDA yang disesuaikan.
Pendapatan dari unit bisnis ini meroket tajam sebesar 447,69 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Angka tersebut setara dengan kenaikan 5,5 kali lipat, dari US$9,4 juta pada awal 2025 menjadi US$51,9 juta pada tiga bulan pertama 2026.
Meskipun masih menghadapi tekanan pada sisi laba, efisiensi mulai membuahkan hasil. Rugi bersih perusahaan berhasil dipangkas hingga 83,8 persen secara tahunan menjadi US$9,6 juta, sementara EBITDA disesuaikan stabil pada angka US$12,6 juta.
Andhika Audre, analis dari BRI Danareksa Sekuritas, memandang pergeseran fokus dari bisnis batu bara menuju portofolio berkelanjutan sebagai langkah struktural jangka panjang. Ia menilai fluktuasi kinerja merupakan fase wajar dalam integrasi aset baru.
"Oleh karena itu, kerugian yang kebanyakan adalah non-tunai, yang muncul saat ini lebih bersifat sementara dan tidak mencerminkan penurunan kualitas fundamental. Yang penting pendapatan terus bertumbuh dan efisiensi arus kas," kata Audrey dalam keterangannya, Selasa (5/5/2026).
Arah transformasi korporasi mulai memperlihatkan dampak positif pada struktur pendapatan. Peningkatan skala operasional dan ekspansi regional di sektor pengelolaan limbah menjadi motor utama dalam memperkuat kinerja konsolidasi perusahaan.
Selain limbah, pengembangan ekosistem kendaraan listrik juga mencatatkan progres signifikan. Hingga penutupan kuartal pertama tahun ini, jumlah armada yang beroperasi telah menyentuh angka 9.082 unit atau tumbuh 78 persen secara tahunan.
Pembangunan infrastruktur pendukung turut dipercepat dengan penambahan stasiun penukaran baterai hingga mencapai 426 unit. Jumlah ini mengalami kenaikan sebesar 37 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Peningkatan fasilitas tersebut memperkuat fondasi TOBA dalam membangun ekosistem transportasi ramah lingkungan yang terintegrasi secara utuh. Diversifikasi usaha ini diproyeksikan akan terus menopang performa perusahaan di masa mendatang.
"Dengan arah transformasi yang terus berjalan, kinerja ke depan diperkirakan akan semakin ditopang oleh portofolio usaha yang lebih beragam dan berorientasi jangka panjang," ujar Audrey.