Emiten Grup Prajogo Pangestu Bukukan Laba Positif Triwulan I 2026

Emiten Grup Prajogo Pangestu Bukukan Laba Positif Triwulan I 2026

Enam perusahaan di bawah naungan Grup Prajogo Pangestu yang tercatat di bursa berhasil membukukan laba bersih positif pada triwulan pertama 2026. Keberhasilan ini dilaporkan pada Rabu (6/5/2026) dengan rincian lima dari enam emiten tersebut mengalami pertumbuhan keuntungan secara tahunan.

Hasil laporan keuangan periode Januari-Maret 2026 ini menunjukkan resiliensi bisnis konglomerasi tersebut di tengah tekanan pasar. Pengamat pasar modal memperkirakan tren positif ini akan terus berlanjut hingga akhir tahun seiring dengan diversifikasi bisnis yang dilakukan perusahaan.

Managing Director Research Samuel Sekuritas Indonesia, Harry Su, memberikan pandangannya terhadap capaian performa grup tersebut. Ia menilai bahwa kekuatan fundamental menjadi faktor utama yang mampu menarik minat pemodal meskipun kondisi ekonomi global sedang tidak menentu.

"Hal ini memberikan kepercayaan kepada investor bahwa fundamental perusahaan tetap kuat. Kinerja yang positif dapat menarik kembali minat investor asing, khususnya bagi mereka yang mencari perusahaan dengan fundamental kokoh di tengah ketidakpastian pasar," kata Harry, Managing Director Research Samuel Sekuritas Indonesia.

Harry memproyeksikan pertumbuhan laba masih akan terjadi meskipun harga komoditas global berisiko mengalami penurunan. Strategi diversifikasi pada sektor energi dan logam dinilai mampu menjadi penyeimbang terhadap risiko fluktuasi harga pasar yang mungkin terjadi di masa depan.

"Namun, tantangan terbesar tetap ada pada ketergantungan terhadap siklus komoditas yang fluktuatif. Di sisi lain, peluang pertumbuhan dapat datang dari segmen-segmen yang kurang terpengaruh oleh volatilitas harga komoditas, seperti sektor infrastruktur dan properti," ujarnya, Harry Su.

Dilansir dari Market, sejumlah emiten seperti CUAN dan PTRO masih mengalami aksi jual bersih (net sell) oleh investor asing di pasar reguler sejak awal tahun. Harry menjelaskan bahwa tekanan eksternal dari kebijakan MSCI serta faktor teknikal bursa turut memengaruhi pergerakan saham-saham tersebut.

"Investor perlu memerhatikan momentum pasar dan siklus komoditas dalam menentukan keputusan investasi," tandasnya, Harry Su.

Berdasarkan data keuangan per Maret 2026, PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) mencatat lonjakan laba bersih 549,9 persen menjadi US$90,48 juta. PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) juga berhasil membalikkan keadaan dari rugi menjadi laba sebesar US$146,13 juta.

Kinerja Keuangan Emiten Grup Prajogo Pangestu Triwulan I 2026
EmitenLaba Bersih (US$)Pertumbuhan (YoY)
BRPT90,48 Juta+549,9%
TPIA146,13 JutaPembalikan Rugi
CUAN5,69 Juta+232,7%
BREN43,01 Juta+25,6%
PTRO1,38 Juta+50%
CDIA8,4 Juta-70,2%

Meskipun mayoritas tumbuh, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) tetap menorehkan pertumbuhan signifikan sebesar 232,7 persen secara tahunan. Sebaliknya, laba bersih CDIA mengalami penurunan sebesar 70,2 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Artikel terkait

Rekomendasi