Di sudut Desa Bumimulyo, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, seorang pria bernama Muhammad Yusuf tak bisa menyembunyikan binar kebahagiaan di matanya. Selama dua tahun terakhir, ia mendedikasikan hari-harinya untuk seekor makhluk yang kini menjadi buah bibir di seantero Sulawesi Barat. Makhluk itu adalah Blecki, seekor sapi Brangus berbobot raksasa yang secara resmi telah dipinang untuk menjadi hewan kurban Presiden Prabowo Subianto pada Idul Adha 2026.
Terpilihnya Blecki bukan sekadar keberuntungan semata. Sejak awal, Yusuf memang menaruh ambisi besar dan mempersiapkan peliharaannya itu untuk menembus seleksi ketat sapi bantuan presiden. Dengan kondisi fisik yang prima dan bobot yang melampaui satu ton, Blecki memenuhi seluruh kriteria yang ditetapkan oleh tim seleksi.
Ritual Perawatan dan Penjagaan Malam
Demi memastikan Blecki tumbuh maksimal, Yusuf menerapkan standar perawatan yang jauh di atas rata-rata peternak pada umumnya. Ia tidak hanya memberikan pakan dalam jumlah besar, tetapi juga memperhatikan kebersihan sanitasi sang sapi dengan memandikannya dua kali dalam sehari. Konsistensi ini dilakukan agar Blecki tetap kuat dan terhindar dari penyakit.
Begitu Blecki masuk ke dalam radar nominasi, Yusuf kian meningkatkan intensitas perawatannya. Menu harian Blecki diperkaya dengan tambahan ampas tahu dan dua batang pohon pisang setiap hari untuk memicu pertumbuhan massa ototnya. Namun, tantangan terbesar bukanlah pada pemberian pakan, melainkan pada aspek keamanan menjelang hari raya.
"Setiap malam kita begadang sampai jam lima subuh, ramai kita berjaga-jaga," ujar Muhammad Yusuf, Peternak.
Penjagaan ekstra ketat dilakukan Yusuf bersama kerabatnya untuk mengantisipasi segala kemungkinan buruk yang bisa menimpa aset berharganya tersebut setelah dinyatakan lolos seleksi.
Sosok Blecki Si Raksasa Hitam
Blecki merupakan representasi unggul dari jenis sapi Brangus, yang merupakan hasil persilangan antara ras Brahman yang tangguh dan Aberdeen Angus yang dikenal dengan kualitas dagingnya. Nama 'Blecki' sendiri seolah merujuk pada bulu hitam legam yang menyelimuti seluruh tubuhnya yang gempal.
Berdasarkan hasil penimbangan terakhir, jarum timbangan menunjukkan angka fantastis yakni 1.011 kilogram. Yusuf mengenang kembali saat pertama kali ia mendatangkan Blecki ke kandangnya. Kala itu, sapi tersebut masih berusia dua tahun dan dibeli dengan harga Rp 25 juta. Setelah bertahun-tahun penuh ketelatenan, kerja keras Yusuf akhirnya terbayar melalui sebuah panggilan telepon yang mengubah segalanya.
"Beberapa waktu lalu saya dapat telepon dari orang Dinas, mereka menyampaikan kalau sapi saya terpilih jadi sapi kurban Presiden. Masuk nomor urut tiga," ujar Muhammad Yusuf, Peternak.
Informasi yang diterima Yusuf menyebutkan bahwa Blecki nantinya tidak akan disembelih di Polewali Mandar. Rencananya, sapi raksasa ini akan diberangkatkan menuju wilayah tetangga untuk keperluan ibadah kurban kepresidenan.
"Infonya akan dibawa ke Pamboang, Majene. Akan disembelih disana," ucap Muhammad Yusuf, Peternak.
Persaingan Ketat Sapi-Sapi Unggul
Meskipun Blecki menjadi sorotan, ia bukanlah satu-satunya kandidat yang masuk dalam daftar prestisius tersebut. Di Sulawesi Barat, terdapat beberapa sapi lain yang juga lolos seleksi dengan nilai penawaran yang bervariasi tergantung pada bobot tubuh masing-masing.
Di posisi puncak, terdapat Bagong, sapi jenis Limosin seberat 1.150 kilogram milik peternak Muh Nur dari Desa Sumberjo yang ditawar senilai Rp 118 juta. Kemudian ada Bima, sapi Simental milik H Iskandar berbobot 1.053 kilogram dengan tawaran Rp 110 juta. Blecki sendiri berada di posisi ketiga dengan nilai penawaran Rp 105 juta, diikuti oleh Arjuna, sapi Simental seberat 960,3 kilogram milik peternak lain yang dihargai Rp 100 juta.
Bagi Yusuf, pencapaian ini bukan sekadar soal nilai rupiah yang fantastis. Keberhasilan Blecki menembus lingkaran kurban presiden adalah sebuah kebanggaan batiniah yang luar biasa. Ia mengaku bahwa momen ini menjadi lecutan semangat baginya untuk kembali mencetak sapi-sapi berkualitas dengan bobot yang bahkan lebih besar di tahun-tahun mendatang.