Seorang jemaah calon haji asal Kabupaten Bulukumba menarik perhatian di Asrama Haji Sudiang Makassar menjelang keberangkatannya ke Tanah Suci. Sosok bernama Umar Abd Azis yang tergabung dalam Kloter 39 Embarkasi Makassar ini, dilansir dari Cahaya, berhasil mewujudkan impian berhaji dari hasil kerja keras sebagai petani sawah dan marbot masjid.
Perjuangan panjang Umar yang tekun menabung sedikit demi sedikit selama bertahun-tahun memicu kekaguman jemaah lain di Aula Arafah. Setelah melewati masa tunggu sejak tahun 2011, Umar kini bersiap diberangkatkan ke Makkah bersama rombongan jemaah lainnya.
Saat berada di Aula Arafah pada Senin (18/5/2026) malam, Umar Abd Azis terlihat sudah mengenakan seragam haji lengkap dengan syal identitas yang tergantung di lehernya. Walau berpenampilan sederhana, semangat tinggi memancar dari dirinya menjelang momen keberangkatan tersebut.
Umar mengungkapkan bahwa biaya untuk melunasi perjalanan ibadah hajinya dikumpulkan dari penghasilannya sebagai petani sawah dan marbot masjid di kampung halaman. Setiap musim panen tiba, ia selalu konsisten membagi pendapatan untuk membiayai kebutuhan hidup sehari-hari serta mengisi tabungan haji.
“Perasaannya Alhamdulillah, syukur, kerja keringat saya, naik ke Tanah Suci hasil keringat,” katanya.
Ia menceritakan bahwa pendaftaran haji sudah dilakukannya sejak tahun 2011 silam. Demi mencukupi ongkos naik haji, Umar secara rutin menyisihkan sebagian uang yang diperoleh dari sektor pertanian.
“Mendaftar dari tahun 2011. Saya petani sawah dan marbot masjid,” ungkapnya.
Skema menabung yang diterapkan Umar menyesuaikan dengan masa panen padi yang berlangsung dua kali dalam setahun. Pendapatan bersih yang ia terima selalu dipotong setengahnya untuk disetor ke rekening haji.
“Menabung kalau sudah panen, kalau 5 juta saya bagi dua itu. Karena kalau Rp10 juta, kan dua kali satu tahun. Jadi, kalau dapat 10 juta, dua kali panen, Rp5 juta,” ujarnya.
Mengabdi Tujuh Tahun Menjadi Marbot
Di samping mengolah lahan pertanian, Umar juga melakoni peran sosial dengan mengabdikan diri sebagai marbot masjid selama tujuh tahun terakhir. Aktivitas tersebut ia mulai setelah marbot terdahulu meninggal dunia dan pihak pengurus masjid memintanya untuk membantu.
“Jadi marbot, dulu saya itu, karena dulu habis kecelakaan. Jadi, ada di itu, dulu marbotnya mati. Jadi, mati, saya dipanggil di situ sama panitia,” kata dia.
Langkah pengabdian di rumah ibadah itu terus ia pertahankan hingga menjelang keberangkatannya ke Arab Saudi.
“Sudah 7 tahunan jadi marbot sampai sekarang,” tambahnya.
Kini, penantian selama belasan tahun tersebut segera berbuah manis saat Umar bergabung dengan jemaah Kloter 39 Embarkasi Makassar. Ia berharap proses ibadahnya di kota suci dapat berjalan tanpa hambatan.
“Saya berdoa, mudah-mudahan sehat dan bisa sukses,” jelasnya.
Berdasarkan jadwal resmi, Kloter 39 Embarkasi Makassar akan diterbangkan menuju Jeddah, Arab Saudi, pada Selasa (19/5/2026) sekitar pukul 18.45 WITA.