Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) memproyeksikan dinamika pasar saham domestik akan mengalami dampak besar menyusul pidato Presiden Prabowo Subianto dan keputusan Bank Indonesia yang menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,25% pada Rabu (20/5).
Kondisi pasar modal saat ini dipengaruhi oleh target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8% pada 2029, serta target pertumbuhan 2027 sebesar 5,8% sampai 6,5% dengan asumsi kurs rupiah Rp 16.800 hingga Rp 17.500 per dolar AS, seperti dilansir dari Investasi.
Laporan dari KISI mencatat tiga poin krusial yang meliputi pengambilalihan kendali ekspor komoditas oleh PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), instruksi pemangkasan suku bunga pinjaman Himbara, serta simbolisme pesan fiskal dari presiden.
"Ketiga, adanya simbolisme Presiden yang menyampaikan pesan fiskal sendiri yang dapat dibaca pasar sebagai jaminan atau sebagai sentralisasi agenda ekonomi," tulis Kepala Riset KISI Muhammad Wafi dalam risetnya, Kamis (21/5).
Pengetatan moneter oleh Bank Indonesia dengan menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 bps dipicu oleh pelemahan rupiah ke level Rp 17.600 sampai Rp 17.700 per dolar AS akibat ketidakpastian global dan arus modal keluar sebesar Rp 41 triliun sejak awal tahun.
"Oleh karena itu, langkah BI lebih banyak berkaitan dengan penegasan kembali kredibilitas institusional daripada mempertahankan mata uang secara mekanis," ungkap Wafi.
Kebijakan moneter ketat tersebut dinilai menimbulkan gesekan dengan keinginan pemerintah yang menghendaki kredit murah untuk sektor riil demi mengejar target pertumbuhan ekonomi.
"Kami melihat ini sebagai dilema siklus akhir negara berkembang yang umum, dan sejarah menunjukkan bahwa hal ini dapat diselesaikan dengan dua cara yaitu ambisi pertumbuhan dipangkas secara diam-diam, atau independensi bank sentral diuji," terang Wafi.
Dalam jangka pendek, IHSG diproyeksikan bergerak pada rentang 6.000 hingga 6.550 dengan rekomendasi pada saham defensif perbankan blue chip seperti BBCA, BBRI, dan BMRI, serta saham barang konsumsi pokok dan telekomunikasi seperti INDF, ICBP, UNVR, dan TLKM.