Klaim Asuransi Kesehatan Kuartal I-2026 Melonjak Rp 6,72 Triliun

Klaim Asuransi Kesehatan Kuartal I-2026 Melonjak Rp 6,72 Triliun

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan lonjakan pembayaran klaim asuransi kesehatan perorangan dan kumpulan yang mencapai Rp 6,72 triliun pada kuartal I-2026, Selasa (2/6). Pengumuman performa industri asuransi jiwa nasional tersebut disampaikan dalam konferensi pers di kawasan Jakarta Selatan, sebagaimana dilansir dari Keuangan.

Total pembayaran produk perlindungan kesehatan tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 15,3 persen dari periode yang sama pada tahun lalu. Data asosiasi menunjukkan segmen perorangan mendominasi porsi klaim sebesar 62,5 persen, sedangkan segmen kumpulan berkontribusi sebanyak 37,5 persen.

Nilai pembayaran untuk klaim kesehatan perorangan sendiri menyentuh angka Rp 4,20 triliun pada kuartal pertama tahun ini. Angka kuartal tersebut menunjukkan tren kenaikan dua digit dibandingkan capaian tahun sebelumnya.

"Nilainya meningkat 12,1%, jika dibandingkan pencapaian periode yang sama tahun sebelumnya," ucap Wianto Chen, Ketua Bidang Literasi dan Perlindungan Konsumen AAJI.

Peningkatan juga terjadi pada sektor kelompok atau kumpulan dengan nilai pembayaran mencapai Rp 2,52 triliun. Realisasi pembayaran sektor kumpulan ini melonjak hingga 20,9 persen jika dibandingkan dengan kuartal pertama tahun lalu.

"Hal itu juga menunjukkan bahwa manfaat asuransi kesehatan makin dirasakan dengan tingginya permintaan terhadap permintaan asuransi kesehatan itu sendiri," tutur Wianto Chen.

Kenaikan biaya klaim yang harus dibayarkan industri ini dinilai mencerminkan kondisi riil di lapangan terkait biaya perawatan medis. Selain itu, kondisi ini memperlihatkan perluasan akses dan kesadaran proteksi masyarakat yang terus membaik.

"Komitmen AAJI adalah memastikan bahwa perlindungan kesehatan itu tetap relevan, adaptif, dan dapat diakses secara jangka panjang," ungkap Wianto Chen.

Secara keseluruhan, industri asuransi jiwa telah menggelontorkan dana sebesar Rp 38,16 triliun untuk pembayaran klaim atau manfaat pada kuartal I-2026. Nilai total pemenuhan kewajiban tersebut naik 1,5 persen dibandingkan tahun lalu dan disalurkan kepada 3,19 million jiwa penerima manfaat.

Artikel terkait

Rekomendasi