Masyarakat di kawasan zona euro memproyeksikan tekanan inflasi bakal bertahan dalam jangka waktu yang lebih lama. Lonjakan tajam harga minyak dan energi akibat konflik di Iran menjadi pemicu utama kekhawatiran tersebut.
Kondisi ini tergambar dari data jajak pendapat terbaru yang dipublikasikan oleh Bank Sentral Eropa (ECB), seperti dikutip dari Medcom. Melalui Survei Ekspektasi Konsumen ECB, sudut pandang publik terhadap inflasi selama 12 bulan terakhir mengalami kenaikan pada April.
Nilai tengah atau median dari tingkat inflasi yang dirasakan oleh konsumen kini menyentuh angka 4,0 persen. Jumlah tersebut menunjukkan kenaikan jika dibandingkan dengan periode Maret yang berada di posisi 3,5 persen.
Kekhawatiran konsumen tidak berhenti di situ karena untuk periode 12 bulan ke depan, responden memprediksi inflasi masih akan tertahan pada level 4,0 persen. Indikator ini memperlihatkan bahwa pemegang rumah tangga di zona euro memandang risiko kenaikan harga sebagai persoalan yang belum mereda.
Pihak ECB mengungkapkan bahwa tingkat ketidakpastian seputar prospek inflasi jangka pendek masih tergolong tinggi. Gejolak harga energi yang terjadi sejak pecahnya konflik Iran pada akhir Februari menjadi stimulus kuat yang memengaruhi penilaian masyarakat.
Efek dari situasi tersebut berdampak secara langsung melalui peningkatan harga bahan bakar yang tersebar di wilayah negara-negara anggota zona euro. Pada saat yang sama, rasa optimisme publik terhadap perbaikan kondisi ekonomi justru memperlihatkan pelemahan.
Ekspektasi terhadap pertumbuhan pendapatan nominal untuk setahun mendatang merosot ke angka 0,8 persen pada April, menurun dari capaian bulan sebelumnya yang sebesar 1,2 persen. Pandangan terhadap masa depan ekonomi kawasan pun terpantau kian memburuk.
Konsumen memprediksi pertumbuhan ekonomi regional masih terjebak di zona negatif. Ekspektasi ini dilaporkan turun menuju minus 2,2 persen dari yang sebelumnya berada pada angka minus 2,1 persen.
Tren kenaikan harga minyak selama beberapa bulan terakhir turut mendorong akumulasi inflasi tahunan zona euro menyentuh 3,0 persen pada April. Angka riil ini tercatat masih bertengger di atas target inflasi yang telah digariskan oleh ECB.
Perkembangan tersebut melahirkan spekulasi di sektor pasar keuangan mengenai arah kebijakan moneter ke depan. ECB dinilai berpotensi mengeksekusi langkah pengetatan lewat kenaikan suku bunga pada rapat kebijakan mendatang demi membendung penguatan tekanan inflasi.
Sebagai informasi tambahan, Survei Ekspektasi Konsumen ECB ini diselenggarakan secara rutin setiap bulan melalui platform daring. Agenda ini menjaring aspirasi dari sekitar 19.000 responden yang tersebar di 11 negara anggota zona euro.
Rangkuman hasil survei ini menjadi salah satu instrumen penting bagi otoritas moneter. Tujuannya adalah untuk mendeteksi sekaligus memantau persepsi publik terhadap dinamika inflasi dan situasi ekonomi di kawasan Eropa.