Pasar saham Amerika Serikat melemah pada perdagangan Kamis (21/5/2026) akibat lonjakan harga minyak mentah setelah kekhawatiran konflik di Timur Tengah kembali meningkat. Penurunan ini dipicu oleh kecemasan investor terhadap potensi gangguan pasokan energi global dan dampaknya pada inflasi.
Kondisi pasar saham global ini dilansir dari Investasi, di mana indeks Dow Jones melemah 24,51 poin atau 0,05 persen ke posisi 49.987,34. Sementara itu, indeks S&P 500 terkoreksi 22,83 poin atau 0,30 persen menjadi 7.410,68 dan Nasdaq Composite merosot 119,67 poin atau 0,46 persen ke level 26.150,69.
Sektor consumer staples memimpin pelemahan dengan penurunan 2,3 persen, yang membuat tujuh dari sebelas sektor utama S&P 500 berada di zona merah. Situasi memburuk setelah muncul laporan terkait perintah Pemimpin Tertinggi Iran agar stok uranium tidak dikirim ke luar negeri, sehingga memperkecil peluang damai dengan Donald Trump.
Ketegangan geopolitik tersebut membuat harga minyak mentah Brent melonjak 2,2 persen ke level US$ 107,32 per barel karena kekhawatiran gangguan di Selat Hormuz. Kenaikan harga energi ini mendorong imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik menjadi 4,609 persen dan memperbesar kekhawatiran inflasi.
Kelesuan juga melanda sektor ritel setelah saham Walmart anjlok 7,5 persen akibat proyeksi laba kuartal kedua yang berada di bawah ekspektasi pasar. Kondisi konsumsi masyarakat yang mulai tertekan oleh harga minyak tinggi dan inflasi memicu kecemasan mendalam di kalangan pelaku pasar.
Mengenai situasi ekonomi saat ini, analisis disampaikan oleh Chief Investment Strategist CFRA Research Sam Stovall.
"proyeksi Walmart memicu kekhawatiran investor bahwa dampak harga minyak tinggi dan inflasi mulai terasa terhadap konsumsi masyarakat." kata Sam Stovall, Chief Investment Strategist CFRA Research.
Di sektor teknologi, saham NVIDIA turun 0,6 persen akibat kekhawatiran peningkatan persaingan di bidang kecerdasan buatan dari Intel dan Advanced Micro Devices, meskipun perusahaan mengumumkan program pembelian kembali saham US$ 80 miliar. Di sisi lain, pelaku pasar sedang mencermati langkah SpaceX yang resmi mengajukan dokumen IPO.
Data ekonomi AS menunjukkan kekuatan pasar tenaga kerja setelah klaim pengangguran mingguan baru mencatat penurunan. Aktivitas manufaktur AS juga sukses mencapai level tertinggi dalam empat tahun pada Mei karena pelaku usaha mengantisipasi kelangkaan pasokan akibat perang Iran.
Kebijakan pemerintah AS mendukung pendanaan komputasi kuantum membuat saham IBM naik 5,6 persen, diikuti lonjakan saham GlobalFoundries 13 persen, D-Wave Quantum 24,8 persen, Rigetti Computing 24,4 persen, dan Infleqtion 39,8 persen. Sebaliknya, saham Intuit ambles 20,5 persen setelah memangkas proyeksi pendapatan TurboTax dan memecat 17 persen karyawannya.