Masyarakat Indonesia kini menunjukkan tren peningkatan selektivitas dalam memilih produk asuransi dengan memanfaatkan platform marketplace digital untuk membandingkan manfaat dan harga sebelum melakukan pembelian. Fenomena ini menandakan pendewasaan pasar yang menuntut transparansi lebih tinggi dari para pelaku industri asuransi nasional.
Perubahan perilaku ini didorong oleh ketersediaan platform digital yang memungkinkan calon nasabah mengevaluasi berbagai pilihan produk dari beragam perusahaan dalam satu wadah. Dilansir dari Money, data menunjukkan bahwa rata-rata pengguna mengevaluasi hingga tiga penawaran polis, dengan 80 persen pengguna mempertimbangkan lebih dari satu opsi sebelum mengambil keputusan.
Country Head ZenInsure Indonesia, I Ketut Adi Putra Kusnadi, menjelaskan bahwa membandingkan ketentuan antarproduk selama ini menjadi kendala utama bagi masyarakat. Perbedaan manfaat yang signifikan antarperusahaan asuransi seringkali membingungkan calon pembeli, terutama untuk produk spesifik seperti asuransi kendaraan.
"Contohnya, kita kan seringkali bingung kalau mau beli polis misalkan asuransi mobil. Beli yang mana ya? Merk yang mana ya? Dan seringkali, ini pengalaman saya pribadi, untuk membandingkan asuransi itu bukan sesuatu yang mudah. Karena benefit itu bisa sangat berbeda dari satu perusahaan ke perusahaan lain," ungkap Adi, Country Head ZenInsure Indonesia.
Keberadaan marketplace seperti ZenInsure, Lifepal, dan PasarPolis kini mempermudah akses informasi terhadap premi dan cakupan perlindungan. Selain harga, faktor lain yang menjadi pertimbangan utama meliputi proses klaim, jaringan mitra rumah sakit atau bengkel, serta kecepatan penerbitan polis secara digital.
"Dengan adanya platform online ini membuka transparansi sebesar-besarnya. Sehingga untuk customer mereka bisa well informed ketika make decision. Kemudian ketika melakukan pembayaran juga atau transaksi juga mudah," ujar Adi, Country Head ZenInsure Indonesia.
Meskipun aspek digital berkembang pesat, dukungan fisik dan pendampingan langsung masih krusial dalam membangun kepercayaan nasabah, terutama saat proses pengajuan klaim. Teknologi telah membantu mempercepat durasi pemrosesan klaim di ZenInsure menjadi rata-rata 3 hari, lebih singkat dari standar industri selama 5 hari.
"Di Zeninsure sendiri ada claim dedicated claim support. Yang membantu customer-customer kami ketika terjadi kejadian. Misalkan kalau asuransi mobil ada tabrakan. Itu bisa dibantu, di-support sama tim kami secara langsung," pungkas Adi, Country Head ZenInsure Indonesia.
Sejak berdiri pada 2024, ZenInsure mencatat penerbitan sekitar 10.000 polis dengan pertumbuhan bisnis mencapai tiga kali lipat. Hingga saat ini, asuransi kendaraan dan kesehatan tetap mendominasi pencarian di platform digital, meski minat terhadap asuransi perjalanan dan properti mulai merangkak naik di tengah tingkat penetrasi asuransi umum Indonesia yang masih berada di angka 0,5 persen terhadap PDB.