Kontrak berjangka S&P 500 bergerak melemah tipis pada Kamis pagi setelah para investor mengevaluasi laporan pendapatan kuartalan dari raksasa kecerdasan buatan Nvidia. Penurunan ini dipicu oleh perdebatan pasar mengenai apakah kinerja emiten cip tersebut berhasil memenuhi ekspektasi tinggi yang telah ditetapkan.
Data perdagangan menunjukkan kontrak berjangka yang terikat pada indeks S&P 500 turun sebesar 0,1 persen, sementara kontrak berjangka Nasdaq 100 bergerak mendatar. Di sisi lain, kontrak berjangka Dow Jones Industrial Average merosot hingga 50 poin atau sekitar 0,1 persen.
Meskipun pendapatan dan panduan Nvidia melampaui perkiraan Wall Street serta mengumumkan kenaikan dividen tunai kuartalan menjadi 25 sen, sahamnya sempat berfluktuasi sebelum akhirnya turun 1 persen pada perdagangan pasca-pasar. Hal tersebut terjadi karena investor telah terbiasa mengharapkan Nvidia melampaui estimasi di tengah lonjakan tren kecerdasan buatan.
Pergerakan saham lainnya juga bervariasi, di mana Intuit anjlok 13 persen setelah membukukan pendapatan yang lebih rendah dari perkiraan dan mengumumkan pengurangan 17 persen tenaga kerja atau sekitar 3.000 orang. Sebaliknya, E.l.f. Beauty melonjak 4 persen setelah melampaui perkiraan Wall Street.
Kondisi pasar global ini dipengaruhi oleh pergerakan Wall Street pada hari Rabu yang sempat menguat dan menghentikan penurunan beruntun tiga hari S&P 500 karena penurunan harga minyak dan imbal hasil obligasi. Sentimen investor juga terangkat oleh pernyataan politik terkait perkembangan negosiasi dengan Iran.
Mengenai situasi pasar ini, kepala strategi investasi di Global X ETFs memberikan pandangannya terkait dinamika ekonomi saat ini.
"The market is coming off a really strong earnings season that delivered positive revisions to earnings expectations, but concerns around inflation and demand destruction in the economy are proving persistent," kata Scott Helfstein, Head of Investment Strategy Global X ETFs.
Menurutnya, situasi tersebut memang sulit untuk diabaikan, namun masih terdapat banyak tren positif yang dapat membantu mendorong perekonomian dan pasar ke depan.
"That can be hard to look through, but there are still a lot of positive trends that can help propel the economy and markets," ujar Scott Helfstein, Head of Investment Strategy Global X ETFs.
Sementara itu, bursa di kawasan Asia-Pasifik sebagian besar menguat pada hari Kamis karena meningkatnya optimisme atas resolusi konflik di Timur Tengah. Indeks Nikkei 225 Jepang berakhir melonjak 3,14 persen dipicu pertumbuhan ekspor April yang melaju cepat berkat pengiriman semikonduktor, sementara saham SoftBank Group melonjak hampir 20 persen.
Di Korea Selatan, indeks Kospi melonjak 8,42 persen setelah rencana pemogokan puluhan ribu pekerja Samsung Electronics berhasil digagalkan lewat kesepakatan upah. Saham Samsung Electronics menguat lebih dari 8,5 persen dan SK Hynix naik 11,2 persen, di samping adanya pengumuman perdagangan spot dolar-won 24 jam mulai 6 Juli mendatang.
Melihat performa indeks tersebut, pengamat pasar dari Yuanta Securities memproyeksikan pertumbuhan jangka panjang untuk bursa Korea Selatan.
"he expects Kospi to hit 10,000 by year-end," cetus Daniel Yoo, Global Strategist and Head of Global Investment Department Yuanta Securities (Korea).
Untuk pergerakan pasar lainnya, indeks S&P/ASX 200 Australia naik 1,47 persen, sedangkan CSI 300 China turun 1,39 persen dan Hang Seng Hong Kong melemah 1,15 persen. Para pelaku pasar global selanjutnya akan memantau rilis data pengangguran, perumahan, serta laporan keuangan Walmart dan Workday.