KOSPI Anjlok ke Level Terendah Akibat Tekanan Sektor Teknologi AS

KOSPI Anjlok ke Level Terendah Akibat Tekanan Sektor Teknologi AS

Bursa saham Korea Selatan mengawali pekan dengan mencatat performa yang sangat buruk. Para investor terpantau melepas saham-saham unggulan setelah terjadi penurunan tajam pada sektor teknologi.

Kondisi ini dipicu oleh merosotnya harga chip di Amerika Serikat. Selain itu, pasar juga dikhawatirkan oleh potensi perubahan kebijakan moneter yang agresif dari Federal Reserve AS.

Seperti dikutip dari Detik Finance, indeks utama bursa Korea Selatan atau Korea Composite Stock Price Index (KOSPI) sempat melemah hingga lebih dari 8%. Situasi tersebut membuat pihak Korea Exchange (KRX) mengaktifkan mekanisme penghentian perdagangan atau circuit breaker untuk KOSPI.

Kebijakan penghentian perdagangan ini diaktifkan hanya tiga menit setelah bursa dibuka. KRX membekukan aktivitas perdagangan selama 20 menit dan menerapkan mekanisme penangguhan berturut-turut pada pukul 09:34 waktu setempat.

Berdasarkan data terkini, KOSPI tercatat anjlok sebesar 492,8 poin atau merosot 6,04% ke level 7.667,79 pada pukul 11:20 waktu setempat. Langkah serupa juga terjadi di pasar sekunder KOSDAQ.

Mekanisme penghentian perdagangan di KOSDAQ dirilis enam menit setelah pembukaan bursa. Pihak otoritas menangguhkan aktivitas transaksi di pasar tersebut selama lima menit.

Penurunan tajam sektor teknologi di Amerika Serikat berdampak langsung pada saham-saham raksasa Korea Selatan. Samsung Electronics sebagai produsen chip memori terbesar di dunia sekaligus pemilik kapitalisasi pasar tertinggi di KOSPI ambles 6,69%.

Rival utamanya dalam industri pembuatan chip, SK hynix, juga ikut melemah sebesar 3,24%. Koreksi ini merembet ke perusahaan investasi AI, SK Square, yang anjlok hingga 7,87%.

Produsen peralatan rumah tangga LG Electronics turut mengalami kemerosotan tajam sebesar 9,24%. Perusahaan otomotif terkemuka Hyundai Motor melemah 9,14%, sementara SK Group kehilangan 7,68% dari nilainya.

Sektor industri baterai juga tidak luput dari pelemahan. LG Energy Solution tercatat turun 5,68%, sedangkan kompetitornya yang lebih kecil, Samsung SDI, jatuh hingga 10,74%.

Penurunan nilai saham kemudian meluas ke lini bisnis sekuritas dan investasi. Samsung Life Insurance menyusut 8,85% dan Samsung C&T mengalami pengurangan nilai sebesar 10,97%.

Sektor keuangan dan perbankan juga terjerembab dalam tren negatif ini. Saham KB Financial terpantau turun sebesar 11,25%, sementara Shinhan Financial melemah hingga 9,3%.

Artikel terkait

Rekomendasi