Kospi Korea Selatan Tembus Rekor Saat Bursa Asia Pasifik Menguat

Kospi Korea Selatan Tembus Rekor Saat Bursa Asia Pasifik Menguat

Mayoritas bursa saham di kawasan Asia-Pasifik mencatatkan penguatan signifikan pada perdagangan Rabu (6/5/2026) menyusul tren positif di Wall Street. Indeks Kospi Korea Selatan berhasil mencetak rekor tertinggi baru yang didorong oleh penurunan harga minyak mentah dunia serta performa solid laporan keuangan perusahaan.

Lonjakan indeks Kospi mencapai 4,50 persen setelah periode libur, yang sekaligus memperpanjang akumulasi kenaikan lebih dari 70 persen sepanjang tahun 2026. Saham teknologi raksasa menjadi motor penggerak utama, di mana Samsung Electronics melonjak di atas 8 persen dan SK Hynix menguat lebih dari 9 persen, meski indeks Kosdaq mengalami koreksi tipis 0,15 persen.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaitkan stabilitas pasar dengan kemajuan langkah diplomasi di kawasan Timur Tengah. Gedung Putih mengonfirmasi bahwa misi pengawalan militer di Selat Hormuz dihentikan untuk sementara waktu guna memfasilitasi proses kesepakatan diplomatik.

"Project Freedom" sebelumnya dijalankan militer AS untuk mengawal kapal dagang keluar dari Selat Hormuz di tengah ketegangan kawasan. ujar Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth memberikan rincian tambahan mengenai pengamanan jalur perdagangan laut tersebut. Menurut laporan CNBC Internasional, pergerakan armada militer Amerika Serikat masih terus memantau keamanan navigasi internasional di wilayah konflik.

Dua kapal komersial AS bersama kapal perusak telah berhasil melintasi jalur tersebut dengan aman. kata Pete Hegseth, Menteri Pertahanan AS.

Meredanya ketegangan di Selat Hormuz langsung berdampak pada penurunan harga energi global. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) terkoreksi 1,96 persen menjadi US$100,27 per barel, sementara minyak Brent turun 1,27 persen ke posisi US$108,48 per barel.

Kondisi hijau juga terlihat di pasar Australia dengan indeks S&P/ASX 200 yang naik 0,58 persen. Sementara itu, aktivitas perdagangan di bursa Jepang tidak beroperasi karena adanya hari libur nasional, dan kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong terpantau bergerak di bawah posisi penutupan sebelumnya.

Penguatan di Asia ini mengekor pencapaian Wall Street semalam di mana indeks S&P 500 naik 0,81 persen ke level 7.259,22. Nasdaq Composite juga menguat 1,03 persen ke angka 25.326,13, sedangkan Dow Jones Industrial Average bertambah 356,35 poin atau 0,73 persen ke level 49.298,25.

Artikel terkait

Rekomendasi