PT Bank BCA Syariah mencatatkan pertumbuhan positif pada pembiayaan kredit pemilikan rumah (KPR) syariah per April 2026, meskipun dinamika suku bunga bank konvensional masih tinggi. Nilai pembiayaan KPR iB BCA Syariah melonjak sebesar 25,2 persen secara tahunan menjadi Rp 1,6 triliun, seperti dilansir dari Keuangan pada Kamis (4/6/2026).
Lonjakan pembiayaan hunian tersebut menempatkan KPR iB sebagai penopang utama dalam segmen pembiayaan konsumer perseroan. Porsi pembiayaan KPR saat ini mendominasi dengan kontribusi mencapai 66,6 persen dari total pembiayaan konsumer di BCA Syariah.
Pihak manajemen menargetkan komposisi pembiayaan rumah ini dapat terus mempertahankan tren pertumbuhan double digit hingga akhir tahun. Untuk mencapai target, strategi penguatan literasi dan inklusi keuangan syariah terus digenjot agar akses layanan masyarakat semakin mudah.
"Di tengah momentum suku bunga yang dinamis, tren pembiayaan KPR syariah terus tumbuh positif," ujar Yuli Melati Suryaningrum, Presiden Direktur BCA Syariah.
Kerja sama strategis dengan developer dan agen properti juga diperluas oleh perseroan guna menghadirkan program khusus bagi para nasabah. Langkah ini dikombinasikan dengan penyediaan berbagai skema promo menarik untuk menarik minat pasar.
"BCA Syariah juga memberikan berbagai promo, antara lain biaya-biaya KPR yang dapat dicicil dengan margin 0% hingga dua tahun dan kepastian angsuran sampai dengan 15 tahun," kata Yuli Melati Suryaningrum, Presiden Direktur BCA Syariah.
Penerapan ragam strategi pemasaran ini diharapkan mampu memperluas penetrasi pembiayaan kepemilikan rumah berbasis syariah. Manajemen berkomitmen menjaga performa bisnis tetap positif di tengah tantangan situasi suku bunga tinggi.