Hampir 200 buruh PT Krakatau Osaka Steel (KOS) di Cilegon, Banten, menghadapi pemutusan hubungan kerja massal setelah perusahaan memutuskan untuk menghentikan operasional pabrik. Langkah ini dilaporkan terjadi pada Kamis (7/5/2026) akibat penurunan permintaan baja domestik dan tekanan produk impor.
Jumlah pekerja yang terdampak pemangkasan ini terus meningkat dari laporan awal. Berdasarkan data yang dihimpun oleh Partai Buruh dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), angka pekerja yang kehilangan pekerjaan kini mendekati ambang 200 orang sebagaimana dilansir dari Suara.
Said Iqbal, Presiden Partai Buruh sekaligus Presiden KSPI, mengonfirmasi pembentukan Posko Orange untuk mengawal laporan valid mengenai pemangkasan tenaga kerja pada perusahaan patungan Osaka Steel Co., Ltd. dengan PT Krakatau Steel Tbk tersebut.
"PHK di Krakatau Osaka Steel, Partai Buruh bersama KSPI sudah membentuk Posko Orange. Ada 161 orang yang di-PHK, tapi sudah bertambah, sudah mendekati angka 200 orang," ujar Said Iqbal, Presiden Partai Buruh.
Penurunan daya serap pasar baja dalam negeri dinilai menjadi faktor utama tumbangnya operasional perusahaan. Said menjelaskan bahwa melambatnya proyek strategis nasional seperti pembangunan jalan tol dan Ibu Kota Nusantara (IKN) berimbas langsung pada lini produksi baja profil milik perusahaan.
"Konsumennya adalah IKN dan proyek jalan tol. Karena proyek itu melambat dan cenderung berhenti, permintaan bajanya menurun. Akhirnya terjadi rasionalisasi, bahkan mungkin ditutup," jelas Said Iqbal, Presiden Partai Buruh.
Kondisi pasar semakin sulit bagi produsen lokal karena derasnya arus masuk produk baja murah dari Tiongkok. Said menyoroti spesifikasi baja impor yang sering disebut 'baja banci' tersebut telah merusak harga pasar sehingga produk dalam negeri kehilangan daya saing secara signifikan.
"Manajemen akan memberikan sekitar dua kali aturan untuk pesangon kepada buruh yang di-PHK," tambah Said Iqbal, Presiden Partai Buruh.
Kementerian Perindustrian menyatakan keprihatinannya terhadap situasi industri baja di Cilegon ini. Febri Hendri Antoni Arief selaku Juru Bicara Kementerian Perindustrian mencatat bahwa PT Krakatau Osaka Steel telah mengalami tren kerugian finansial sejak tahun 2022.
"Kami mengimbau perusahaan untuk memenuhi hak-hak pekerja sesuai peraturan perundang-undangan," kata Febri Hendri Antoni Arief, Juru Bicara Kemenperin.
Manajemen PT Krakatau Osaka Steel menargetkan penghentian produksi secara total pada akhir April 2026. Seluruh kegiatan usaha perusahaan dijadwalkan akan ditutup secara permanen pada Juni 2026 mendatang.